Pria berinisial AD tewas akibat kecelakaan saat melarikan diri setelah melakukan aksi begal motor di Tuban, Jawa Timur dua rekannya berhasil ditangkap.
Modus pelaku yang berpura-pura berjabat tangan sebelum menyerang korban menunjukkan tingkat nekat dan brutal kejahatan jalanan saat ini. Polisi menyita motor hasil rampasan sebagai barang bukti dan menegaskan proses hukum akan berjalan transparan untuk memberi efek jera.
Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang
Pelaku Begal di Tuban Meninggal Saat Melarikan Diri
Pria warga Kota Semarang, AD (25), tewas dalam kecelakaan saat melarikan diri setelah melakukan aksi begal motor di Tuban, Jawa Timur. AD diketahui mengendarai motor hasil rampasan, Honda Vario milik korban, ketika mengalami kecelakaan hebat hingga meninggal dunia.
Kecelakaan ini menambah panjang daftar risiko kriminalitas jalanan yang sering memakan korban, baik pelaku maupun masyarakat. Korban begal sempat berusaha melawan, namun pelaku menggunakan kekerasan untuk menguasai motornya. AD bertugas membawa kabur motor, sementara dua rekannya, ATN (22) warga Lamongan dan RG (26) warga Semarang.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan risiko ekstrem yang dihadapi pelaku saat melakukan kejahatan. AD tewas bukan karena perlawanan korban atau aparat, melainkan akibat kecelakaan saat kabur membawa motor curian, sementara dua rekannya berhasil ditangkap polisi.
Modus Pelaku dan Aksi Begal
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan modus yang terencana. AD, ATN, dan RG mengendarai Suzuki Satria untuk menghampiri korban dengan berpura-pura mengajak berjabat tangan. Saat korban lengah, pelaku langsung memukuli korban untuk mengambil motornya.
Korban sempat melawan dan berusaha menyelamatkan diri, namun AD langsung membawa motor hasil rampasan. Aksi begal terjadi secara cepat dan brutal, sehingga warga sekitar sempat terkejut mendengar keributan di lokasi kejadian. Polisi menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap modus serupa yang kini semakin nekat dan berbahaya.
Menurut saksi, motor korban ditemukan dalam kondisi ringsek akibat kecelakaan AD saat kabur. Kejadian ini menunjukkan risiko tinggi bagi pelaku kejahatan jalanan, terutama ketika kecepatan dan kontrol kendaraan tidak sesuai kondisi jalan.
Baca Juga: Pembatasan Jam Operasional Hiburan di Semarang Selama Ramadan, Bentuk Hormat Dan Kondusifitas
Penangkapan Pelaku Lain dan Barang Bukti
Setelah kecelakaan AD, aparat Polres Tuban bergerak cepat. Unit Pidana Umum Sat Reskrim Polres Tuban segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pelaku yang selamat, ATN dan RG. Kedua tersangka diringkus saat sedang mengamen di Simpang Tiga Mondokan, Tuban.
Polisi menyita barang bukti satu unit Honda Vario milik korban yang rusak parah akibat kecelakaan. Penyelidikan juga menegaskan keterlibatan kedua pelaku dalam aksi begal dan mengamankan bukti-bukti lain, termasuk keterangan saksi dan rekaman lokasi kejadian.
Kedua tersangka dijerat Pasal 479 ayat 2 tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun. Penegak hukum menegaskan proses hukum akan berjalan secara transparan, sekaligus memberi efek jera bagi pelaku kriminalitas jalanan di Tuban.
Imbauan Kepolisian dan Risiko Aksi Begal
Kapolres Tuban mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian kriminal segera melalui layanan darurat 110. Polisi menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam memberikan informasi akurat untuk mencegah aksi kriminal dan memastikan penangkapan pelaku berjalan cepat.
Kecelakaan yang menimpa AD menjadi pelajaran bahwa aksi kejahatan tidak hanya membahayakan korban, tetapi juga pelaku itu sendiri. Kecepatan, teknik, dan kontrol kendaraan saat melarikan diri menjadi faktor risiko tinggi bagi pelaku begal.
Polres Tuban juga akan meningkatkan patroli malam dan pengawasan kawasan rawan begal. Langkah preventif ini diharapkan bisa menekan angka kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari Info Kejadian Semarang