Hujan deras di Semarang, Jumat 15 Mei 2026, merusak talud Sungai Silandak di Kalibanteng Kulon, Semarang Barat.
Struktur penahan sungai tersebut dilaporkan remuk dan membuat akses jalan di sekitarnya ikut amblas. Kejadian ini kembali menambah daftar kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Kondisi terbaru pada Sabtu, 16 Mei 2026, menunjukkan area tersebut masih dalam penanganan warga dan petugas.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kronologi Kejadian Pada 15–16 Mei 2026
Peristiwa ini bermula pada Jumat malam, 15 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Semarang Barat. Air sungai meningkat tajam dan mulai menggerus struktur tanah di bawah talud Sungai Silandak yang sudah dalam kondisi rapuh.
Pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026 sekitar pukul 11.30 WIB, kondisi di lokasi menunjukkan kerusakan sudah semakin parah. Talud dan aspal Jalan Jembawan 1 dilaporkan hilang total akibat longsoran yang terjadi semalam.
Warga sekitar menyebutkan bahwa kerusakan berlangsung cepat dan tidak sempat diantisipasi. Bahkan, beberapa titik jalan yang sebelumnya retak sejak Maret 2026 akhirnya benar-benar ambruk setelah hujan deras tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dampak Kerusakan di Lokasi Kejadian
Kerusakan talud Sungai Silandak berdampak langsung pada putusnya akses Jalan Jembawan 1. Jalan tersebut kini tidak dapat dilalui kendaraan karena sebagian badan jalan ikut terbawa longsor ke arah sungai.
Selain akses jalan yang terputus, kondisi ini juga mengancam permukiman warga di sekitar lokasi. Terdapat rumah-rumah yang berada sangat dekat dengan bibir sungai sehingga berisiko terdampak jika kerusakan meluas.
Warga setempat terpaksa melakukan langkah darurat dengan menumpuk karung pasir dan membersihkan material longsoran secara manual untuk mencegah kerusakan tambahan. Situasi ini dilakukan sambil menunggu penanganan dari pihak berwenang.
Baca Juga: Hilang Terseret Banjir di KIC, Remaja Perempuan Semarang Ditemukan Tak Bernyawa
Penyebab dan Kondisi Struktur Talud
Menurut keterangan perangkat kelurahan, salah satu faktor utama kerusakan adalah adanya rongga di bawah struktur talud. Rongga tersebut diduga menjadi jalur aliran air yang mengikis pondasi dari bawah secara perlahan.
Selain itu, kondisi tanah yang sudah mengalami retakan sejak beberapa bulan sebelumnya membuat struktur semakin lemah. Retakan pada aspal Jalan Jembawan 1 tercatat sudah terjadi sejak Maret 2026 dan semakin melebar pada April 2026.
Seiring waktu, beban tanah dan aliran air sungai yang terus meningkat membuat struktur tidak lagi mampu menahan tekanan. Hal inilah yang akhirnya memicu ambles dan runtuhnya talud secara total pada pertengahan Mei 2026.
Penanganan dan Rencana Perbaikan
Pemerintah setempat bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk penanganan darurat di lokasi kejadian. Langkah awal dilakukan dengan pemasangan pengaman sementara guna mencegah longsor susulan. Masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk membantu pengawasan area terdampak.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga telah menurunkan tim untuk melakukan penanganan teknis di lapangan. Fokus utama saat ini adalah stabilisasi area sungai agar tidak terjadi kerusakan lanjutan. Tim teknis bekerja secara bergantian untuk mempercepat proses perbaikan.
Warga berharap perbaikan permanen segera dilakukan karena akses jalan tersebut merupakan jalur penting aktivitas sehari-hari. Selain itu, mereka juga khawatir jika hujan deras kembali terjadi dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat warga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jateng.antaranews.com
- Gambar Kedua dari inilahjateng.com