Gedung latihan silat milik Pemkot Semarang menjadi sorotan setelah pompa air, kabel, hingga pagar besi diduga hilang akibat aksi pencurian bertahap.
Ketua IPSI Kota Semarang, Joko Santoso, mengungkapkan dugaan pencurian terjadi secara bertahap dalam kurun waktu hampir satu tahun. Para pelaku diduga mengambil barang sedikit demi sedikit ketika kondisi gedung tidak ramai.
Gedung Silat Gunung Talang Jadi Sasaran Pencurian
Gedung tersebut selama ini dikenal sebagai Padepokan Silat Gunung Talang. IPSI Kota Semarang memanfaatkan tempat itu sebagai pusat latihan atlet setelah mendapat izin dari Pemerintah Kota Semarang.
Joko menjelaskan, pihaknya sebelumnya mengajukan permohonan agar gedung tersebut bisa digunakan untuk membina atlet silat. Pemkot kemudian memberikan izin penggunaan setelah melakukan renovasi.
“Dulu ada permohonan ke pemkot untuk meningkatkan prestasi silat kita. Kita minta agar gedung itu bisa menjadi pusat kegiatan silat,” ujar Joko.
Selain atlet silat, gedung tersebut sebenarnya dapat digunakan oleh berbagai cabang olahraga bela diri. Namun, hanya komunitas silat yang aktif memakai lokasi tersebut sehingga masyarakat mengenalnya sebagai Padepokan Gunung Talang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Barang Hilang Mulai dari Pompa Air hingga Pagar Besi
Joko mengatakan pencurian mulai terlihat ketika tidak ada atlet yang tinggal di gedung tersebut. Saat masih ada mess untuk atlet menginap, kondisi gedung relatif aman karena selalu ada aktivitas.
Ketika tidak ada yang menginap, pelaku diduga mulai mengambil berbagai fasilitas secara bertahap. Awalnya, barang yang hilang berupa pompa air, kemudian kabel listrik, hingga bagian pagar besi.
“Waktu ada mess aman. Mulailah perlahan dihabisi pencuri, mulai pompa. Kemudian listriknya, pintu dibobol, terakhir pagar di atas mulai dipotongi,” jelas Joko.
Selain itu, beberapa pintu mess juga mengalami kerusakan. Pihak IPSI menduga pelaku terus mengincar bagian gedung yang memiliki nilai jual.
Baca Juga: Bikin Geger Semarang! Pemuda Bawa Kabur Siswi SMA, Motor Korban Dipakai untuk Jaminan Rental Mobil
Pencurian Berlangsung Hampir Setahun Tanpa Disadari
Joko menyebut aksi tersebut berlangsung hampir satu tahun. Menurutnya, kehilangan barang terjadi secara perlahan sehingga pihaknya baru menyadari banyak fasilitas yang sudah tidak ada.
Beberapa barang yang sudah diperbaiki kembali hilang. Kondisi tersebut membuat pihak pengelola kesulitan menjaga fasilitas gedung.
“Kejadian bertahap hampir satu tahun. Terakhir besi ini dua mingguan, yang lain bertahap. Perbaiki hilang lagi, pompa itu beli lagi hilang lagi,” kata Joko.
Pelatih atlet silat, Nurfakih, juga membenarkan adanya dugaan pencurian tersebut. Ia mengatakan bagian pagar tribune menjadi salah satu fasilitas terbaru yang hilang.
Menurut Fakih, total besi yang diduga hilang mencapai puluhan potong. Selain pagar, beberapa kabel di lokasi juga mengalami kerusakan akibat dugaan aksi pencurian.
IPSI Koordinasi dengan Dinas Terkait untuk Penanganan
Setelah mengetahui kondisi gedung, IPSI Kota Semarang mencoba berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Pihaknya berharap pemerintah segera mengambil langkah agar kehilangan fasilitas tidak semakin besar.
Joko mengatakan gedung tersebut masih digunakan untuk persiapan Porprov Jawa Tengah. Namun, keterbatasan fasilitas membuat proses latihan atlet menghadapi kendala.
Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan keamanan gedung, terutama karena lokasi tersebut menjadi tempat pembinaan atlet daerah.
“Takutnya tambah ilang banyak karena gak dipakai. Kalau anggaran perubahan, telat persiapan TC-nya,” ungkap Joko.
Pemkot Semarang Akan Mengecek Kondisi Gedung
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, membenarkan bahwa gedung tersebut merupakan aset milik Pemkot Semarang.
Namun, Didik mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai dugaan pencurian sejumlah fasilitas. Ia hanya mendapat informasi terkait kerusakan kecil di bagian joglo gedung.
“Saya dilapori hanya ada joglo rusak sedikit, perlu perbaikan. Gedung tersebut memang milik Pemkot Semarang,” ujar Didik.
Didik mengatakan pihaknya akan mengecek langsung kondisi gedung untuk mengetahui kerusakan maupun kehilangan yang terjadi. Pemerintah juga masih mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait pelaporan dugaan pencurian tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena gedung tersebut memiliki fungsi penting bagi pembinaan atlet silat Kota Semarang. Pemerintah diharapkan dapat segera memperbaiki keamanan agar fasilitas olahraga tetap bisa digunakan dengan nyaman.