Angin kencang merusak atap SPPG Mangkang Kulon Semarang, menyebabkan kerugian sekaligus memunculkan harapan perbaikan segera.
Insiden menimpa SPPG (Sentra Pelayanan Pemberdayaan Gender) di Jalan Kyai Gilang, Mangkang Kulon, Tugu, Semarang. Atap bangunan yang akan menjadi dapur makan bergizi gratis (MBG) rusak diterjang angin kencang sebelum beroperasi, menimbulkan kerugian dan menunda rencana bagi masyarakat.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kerusakan Akibat Terjangan Angin Kencang
Kerusakan atap SPPG Mangkang Kulon terjadi pada hari Rabu, 18 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut, menyebabkan kanopi depan dan atap bagian depan yang terbuat dari baja ringan tergulung ke arah belakang.
Taufik, seorang saksi mata yang sedang bekerja bangunan di sebelah SPPG, menceritakan detik-detik kejadian. Ia mendengar suara keras “gruduk gruduk gruduk” sekitar pukul 10.30 WIB, yang ternyata berasal dari atap SPPG yang rusak. Hujan masih terus mengguyur hingga sekitar pukul 11.00 WIB.
Fauzan, Asisten Lapangan SPPG Mangkang Kulon, menjelaskan bahwa angin badai datang dari arah barat ke timur, menerpa langsung bangunan tersebut karena tidak ada pohon sebagai penahan. Kerusakan hanya terjadi pada bagian atap, sementara barang-barang di dalam SPPG dinyatakan aman.
Kondisi Dapur MBG Dan Rencana Operasional
Dapur makan bergizi gratis (MBG) ini baru saja selesai dibangun dan belum sempat melayani penerima manfaat. Rencananya, dapur ini akan mulai beroperasi pada tanggal 23 Februari 2026.
SPPG ini menargetkan sekitar 850 penerima manfaat dari tiga sekolah di wilayah tersebut. Kerusakan atap ini tentu menunda jadwal operasional yang sudah direncanakan dengan matang untuk membantu masyarakat.
Meskipun terjadi kerusakan atap dan kebocoran air, barang-barang elektronik dan komputer di dalam SPPG aman. Dapur juga dalam kondisi bersih, hanya perlu membersihkan bagian bawah setelah perbaikan atap selesai dilakukan.
Baca Juga: Tanggul Jebol, Jalan Grobogan-Semarang Lumpuh Total! Luthfi Desak Pasang Jembatan Darurat
Estimasi Kerugian Dan Rencana Perbaikan
Fauzan memperkirakan kerugian akibat kerusakan atap ini berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Ini merupakan angka yang cukup signifikan untuk sebuah fasilitas yang belum sempat memberikan manfaat.
Perbaikan atap akan segera dimulai pada malam hari ini, 18 Februari 2026, dengan target selesai pada hari Sabtu. Ini dilakukan agar dapur MBG dapat beroperasi sesuai jadwal awal pada hari Senin.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, pihak SPPG berencana untuk memperbaiki atap dengan konstruksi yang lebih baik dan kuat. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memberikan layanan terbaik dan aman bagi penerima manfaat.
Semangat Bangkit Dan Komitmen Pelayanan
Meskipun menghadapi musibah, semangat untuk bangkit dan melayani tetap tinggi di antara tim SPPG Mangkang Kulon. Mereka bergerak cepat untuk memastikan perbaikan dilakukan sesegera mungkin. Tekad tersebut menjadi bukti komitmen dalam menjaga keberlanjutan pelayanan bagi masyarakat.
Kerja sama antara BPBD dan perangkat desa dalam pendataan lokasi menunjukkan dukungan dan kepedulian terhadap fasilitas penting ini. Hal ini penting untuk memastikan bantuan yang tepat dapat disalurkan. Sinergi ini juga mempercepat proses pemulihan agar fasilitas segera kembali berfungsi.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya persiapan menghadapi cuaca ekstrem dan ketahanan infrastruktur. Dengan perbaikan yang lebih baik, SPPG Mangkang Kulon siap untuk kembali memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya evaluasi dan peningkatan kualitas bangunan diharapkan mampu mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari jateng.tribunnews.com