Rencana pembangunan mal besar di Gombel, Semarang, memicu perhatian publik kawasan perbukitan ini memiliki risiko tanah gerak.
Sehingga ESDM Jateng mengingatkan perlunya mitigasi serius sebelum proyek berjalan. Meski potensi ekonomi dan lapangan kerja menjanjikan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Simak kondisi terkini, tantangan geoteknik, serta langkah pengawasan. Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.
Proyek Mal Raksasa di Gombel Jadi Perhatian Publik
Rencana pembangunan pusat perbelanjaan besar di kawasan Gombel, Kota Semarang, Jawa Tengah, menuai perhatian publik. Proyek yang disebut-sebut akan menjadi salah satu mal terbesar di wilayah tersebut itu dikabarkan segera memasuki tahap perencanaan teknis. Lokasi yang dipilih berada di kawasan perbukitan Gombel yang selama ini dikenal.
Informasi mengenai proyek ini memicu beragam respons dari masyarakat. Sebagian menyambut positif karena dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Namun, tidak sedikit pula yang mengkhawatirkan dampak lingkungan dan potensi risiko bencana, mengingat kontur tanah di Gombel memiliki kemiringan cukup curam.
Pemerintah Kota Semarang menyatakan bahwa seluruh proses perizinan masih dalam tahap kajian. Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan studi kelayakan teknis disebut menjadi syarat mutlak sebelum proyek dapat berjalan. Pemkot menegaskan tidak akan memberikan izin apabila aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan belum terpenuhi.
ESDM Jateng Wanti-Wanti Risiko Tanah Gerak
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah mengingatkan bahwa kawasan Gombel termasuk wilayah dengan potensi tanah gerak. Berdasarkan peta geologi dan catatan kejadian sebelumnya, area tersebut memiliki sejarah pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi.
Kepala ESDM Jateng menyampaikan bahwa pembangunan di kawasan perbukitan harus disertai kajian geoteknik mendalam. Stabilitas lereng, sistem drainase, serta teknik fondasi bangunan menjadi faktor krusial untuk mencegah longsor atau retakan tanah. “Wilayah Gombel memiliki karakteristik tanah yang sensitif terhadap perubahan beban dan air. Perlu mitigasi matang,” ujarnya.
Selain itu, ESDM meminta agar pengembang melibatkan tenaga ahli geologi dan teknik sipil dalam proses perencanaan. Upaya mitigasi seperti pemasangan dinding penahan tanah, sistem pengaliran air yang baik, dan pemantauan berkala terhadap pergerakan tanah dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko di masa depan.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Semarang Tembus Rp 90 Ribu/Kg
Dampak Ekonomi dan Kekhawatiran Warga
Di sisi lain, rencana pembangunan mal besar di Gombel dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi signifikan. Proyek ini diperkirakan menyerap ratusan tenaga kerja selama masa konstruksi dan operasional. Kehadiran pusat perbelanjaan modern juga disebut dapat meningkatkan nilai investasi dan daya tarik kawasan tersebut.
Sejumlah pelaku usaha kecil di sekitar Gombel berharap pembangunan ini dapat mendongkrak aktivitas ekonomi lokal. Mereka optimistis peningkatan jumlah pengunjung akan membuka peluang usaha baru, mulai dari kuliner hingga jasa pendukung lainnya. Pemerintah daerah pun melihat peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi.
Namun, warga yang tinggal di sekitar lereng Gombel menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi bencana. Mereka mengingat beberapa kejadian longsor kecil yang pernah terjadi saat musim hujan. Warga meminta agar keselamatan menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi.
Langkah Mitigasi dan Proses Perizinan
Menanggapi polemik tersebut, pihak pengembang menyatakan komitmennya untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Mereka menegaskan bahwa proyek akan dilengkapi studi geoteknik komprehensif dan sistem pengamanan lereng sesuai standar nasional. Pengembang juga berjanji akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan konstruksi.
Pemerintah Kota Semarang menambahkan bahwa proses perizinan akan melibatkan berbagai dinas teknis, termasuk ESDM dan Dinas Pekerjaan Umum. Setiap rekomendasi teknis akan menjadi pertimbangan utama sebelum izin mendirikan bangunan diterbitkan.
Ke depan, pembangunan di kawasan rawan seperti Gombel diharapkan menjadi contoh penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keselamatan lingkungan menjadi kunci agar proyek ini tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari jateng.jpnn.com