Tanah gerak melanda Sukorejo, Semarang, hingga dua rumah ambles, memicu kepanikan warga dan segera menarik perhatian pihak berwenang setempat.
Fenomena tanah bergerak kini menghantui Gunungpato, Kota Semarang, khususnya di Kelurahan Sukorejo. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada beberapa rumah warga, bahkan dua di antaranya ambles. Situasi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan penduduk setempat mengenai keselamatan tempat tinggal mereka.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Dampak Tanah Gerak di Sukorejo
Tanah bergerak di Kelurahan Sukorejo telah menyebabkan kerusakan pada tiga rumah, dengan dua di antaranya ambles parah. Jalan utama di Jalan Delik Sari juga terlihat rusak dan telah ditimbun oleh warga sebagai upaya penanganan darurat. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak yang ditimbulkan oleh fenomena geologi tersebut.
Di ujung jalan RT 3 RW 6, salah satu rumah warga telah roboh. Pemiliknya, Mujihadatun Istiqomah (32), menceritakan bahwa rumahnya roboh pada Rabu (18/2) sekitar pukul 10.30 WIB akibat tanah bergerak. Kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga yang terdampak.
Kerugian yang dialami Mujihadatun ditaksir mencapai Rp 50 juta, sementara rumah berukuran 5×12 meter miliknya kini rata dengan tanah. Ia terpaksa mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp 20 juta untuk membangun kembali rumah berukuran 7×5 meter, menunjukkan beban finansial yang tidak sedikit.
Kesaksian Warga Dan Kondisi Terkini
Mujihadatun Istiqomah mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia sedang tidak berada di rumah bersama anak-anaknya. Ia mendapat kabar dari tetangga bahwa rumahnya ambles akibat tanah bergerak, menyebabkan barang-barang berharga seperti TV dan perabotan tidak sempat diselamatkan.
Saat ini, Mujihadatun dan keluarganya mengungsi di rumah mertuanya yang cukup jauh, menyebabkan kelelahan akibat bolak-balik. Ia berharap adanya bantuan perbaikan rumah dari Pemkot Semarang, meskipun khawatir, ia ingin tetap tinggal di tanah miliknya.
Warga setempat, Sumarmin (65), menjelaskan bahwa tanah bergerak hampir terjadi setiap tahun, namun tahun ini dinilai paling parah, terutama di RT 03. Tanah yang labil menjadi penyebab utama, dan setiap hujan deras selalu menimbulkan kekhawatiran akan pergerakan tanah yang lebih parah.
Baca Juga: KPK Bongkar Kasus Korupsi Bupati Pati, 12 Saksi Diperiksa di Semarang
Penyebab Dan Kekhawatiran Warga
Sumarmin menyoroti proyek pembangunan tempat penampungan sampah (TPS) di dekat jalan utama yang disebutnya memperparah kondisi tanah. Saluran air setempat juga sempat dijadikan landasan, mengganggu aliran air dan membuat tanah makin ambles.
Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga, yang kini harus ditimbun dengan swadaya. Sumarmin menyebut bahwa pihak DPU dan Disperkim sudah melakukan survei, namun belum ada realisasi penanganan maupun relokasi, sehingga warga khawatir jalan akan hilang jika tidak segera ditangani.
Warga lain, Sukarma (60), yang rumahnya berada di samping Mujihadatun, juga terdampak dan sempat mendengar suara retakan sebelum tanah bergerak. Ia bahkan pernah pindah dari rumah lamanya di RT 03 karena tanah bergerak, namun kini kembali mengalami kejadian serupa.
Respons Pemerintah Dan Upaya Mitigasi
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan asesmen ke lokasi terdampak tanah bergerak di Delik Sari. Ia mengklarifikasi bahwa tidak semua rumah roboh total, melainkan hanya bagian belakang yang terdampak.
Endro menekankan pentingnya langkah-langkah antisipasi pergerakan tanah ke depan. Ia berkaca pada kejadian tanah bergerak di Jangli yang membuat 30 KK terdampak dalam seminggu, sehingga warga Sukorejo diwanti-wanti untuk melakukan mitigasi.
Meskipun demikian, Endro menyebut bahwa belum ada rencana relokasi selama pergerakan tanah masih dalam skala yang dapat diupayakan untuk tidak bertambah. Prioritas utama adalah memastikan tidak ada penambahan pergerakan tanah yang lebih besar.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jateng.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari regional.espos.id