DPRD Semarang menyetujui pengolahan sampah menjadi listrik sebagai solusi energi dan lingkungan, langkah ini dinilai berdampak besar bagi kota.
DPRD Kota Semarang resmi mendukung rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik di wilayahnya. Proyek ini melibatkan kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Kendal. Wakil Ketua DPRD, Suharsono, menilai langkah ini penting untuk mengatasi krisis sampah sekaligus menambah pasokan listrik bagi kota.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Dukungan DPRD Terhadap Proyek Sampah ke Listrik
DPRD Kota Semarang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik di TPA Jatibarang. Dewan menilai proyek ini membantu mengurangi ketergantungan pada TPA yang sudah hampir penuh. Selain itu, sampah dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.
Pemerintah daerah dan provinsi sudah menandatangani kesepakatan bersama pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Targetnya, sekitar 1.200–1.300 ton sampah per hari diolah menjadi listrik melalui unit PSEL. Teknologi ini diharapkan mengurangi beban TPA dan menghasilkan energi terbarukan untuk kota.
DPRD juga mendorong transparansi dan pengawasan ketat dalam pelaksanaan proyek. Mereka meminta peraturan daerah yang jelas dan keterlibatan masyarakat sekitar. Dengan begitu, proyek sampah ke listrik tidak hanya berjalan di lapangan, tetapi juga diawasi secara demokratis.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tantangan Teknis dan Tata Kelola Sampah
DPRD Semarang menyoroti tantangan teknis pengolahan sampah di TPA Jatibarang. Sekitar 65 persen sampah kota bersifat organik dan berair, sehingga nilai kalornya rendah. Kondisi ini mempersulit proses gasifikasi atau insinerasi tanpa pra‑perlakuan yang baik.
Suharsono menekankan pentingnya pemilahan dan pengeringan sampah di sumber. Tanpa sistem pemilahan yang kuat, efisiensi unit PSEL dan kualitas energi akan menurun. Dewan berharap pemerintah memperkuat tata kelola sampah dari rumah hingga ke TPA.
Lahan TPA Jatibarang juga dinilai terbatas dan diproyeksikan segera penuh. DPRD mendorong perubahan pola dari “buang‑timbun” menjadi model pengolahan yang produktif. Dengan begitu, sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi bahan baku sumber daya kota.
Baca Juga: Tragis! Penipuan Bisnis Sarang Walet di Semarang, Kerugian Capai Rp 78 M!
Manfaat Energi, Lingkungan, dan Ekonomi Kota
Proyek sampah ke listrik di Semarang diproyeksikan menghasilkan 15–18 megawatt listrik. Energi ini berasal dari sumber limbah kota, sehingga mengurangi ketergantungan pada energi konvensional. Dengan demikian, proyek turut mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon di kota.
Dari sisi lingkungan, pengolahan sampah di TPA Jatibarang diharapkan mengurangi tumpukan dan bau sampah. Proses yang terkontrol juga berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca dan pencemaran tanah dan air. Ke depan, kualitas udara dan kesehatan lingkungan di sekitar TPA diharapkan lebih baik.
Secara ekonomi, pembangunan unit PSEL membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru. Konstruksi dan operasional proyek akan menyerap tenaga kerja di berbagai level. Selain itu, sampah yang dikelola menjadi energi mendukung terbentuknya ekonomi sirkular di Kota Semarang.
Peran DPRD dan Harapan ke Depan
DPRD Semarang menekankan bahwa keberhasilan proyek sampah ke listrik tidak hanya bergantung pada teknologi. Dewan akan mengawasi proses lelang, penggunaan anggaran, dan keterbukaan informasi kepada publik. Mereka juga mendorong penyusunan Perda pengelolaan sampah dan PSEL yang lebih kuat.
DPRD mendorong pemerintah memperkuat edukasi dan program pemilahan sampah di kelurahan. Dengan pemilahan di rumah, material sampah menjadi lebih mudah diolah dan lebih ramah teknologi. Hal ini juga mendorong budaya pengurangan sampah dan gaya hidup zero waste di masyarakat.
DPRD berharap proyek ini menjadi langkah nyata menuju kota yang lebih bersih dan mandiri energi. Dengan kerja sama pemerintah, dewan, pelaku usaha, dan warga, Semarang diharapkan menjadi contoh kota yang mengelola sampah sebagai sumber daya, bukan beban.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jateng.antaranews.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com