Banjir besar melanda Perumahan Dinar Indah, Semarang, disebabkan jebolnya penampungan air, bukan tanggul sungai utama.
Banjir besar melanda Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, Senin (16/2/2026) dini hari, menimbulkan banyak pertanyaan. Berbeda dari tahun sebelumnya, Camat Tembalang, Abdul Haris Nur Hidayat, meluruskan informasi beredar. Ia menegaskan penyebab banjir bukan jebolnya tanggul sungai utama, melainkan rusaknya penampungan air.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Meluruskan Informasi Penyebab Banjir
Camat Tembalang, Abdul Haris Nur Hidayat, dengan tegas membantah spekulasi yang menyebutkan bahwa banjir Dinar Indah disebabkan jebolnya tanggul sungai utama, seperti yang terjadi pada tahun 2023 lalu. Klarifikasi ini penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat dan menghindari kepanikan yang tidak perlu.
Menurut Abdul Haris, penyebab utama banjir adalah jebolnya tanggul penampungan air, bukan tanggul sungai. “Perlu diluruskan, bukan tanggul sungai yang jebol, tetapi tanggul penampungan air,” kata Abdul Haris menjelaskan. Penjelasan ini diharapkan dapat mengakhiri simpang siur informasi di tengah masyarakat.
Penampungan air ini, yang berlokasi di sekitar perumahan dan aliran Sungai Kalibabon, berfungsi krusial untuk menahan debit air sebelum dialirkan ke sungai. Keberadaannya sangat penting dalam sistem drainase lokal, sehingga kerusakannya memiliki dampak signifikan.
Mekanisme Kejadian Dan Dampak
Abdul Haris menjelaskan bahwa penampungan air tersebut sebenarnya dilengkapi dengan alarm peringatan. Sirene akan berbunyi secara otomatis saat volume air mendekati batas aman. Sistem ini seharusnya memberikan peringatan dini kepada warga.
Namun, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, ditambah dengan kiriman air dari permukiman sekitar, menyebabkan volume air meningkat drastis secara tiba-tiba. Situasi ini membuat penampungan air tidak mampu lagi menahan debit yang masuk, melebihi kapasitas desainnya.
Akibatnya, air meluap dengan cepat melalui parit dan selokan, bercampur dengan limpasan dari penampungan yang jebol. Banjir bandang ini merendam sekitar 40 rumah di Dinar Indah dan meninggalkan lumpur tebal, menyebabkan kerusakan parah dan kerugian bagi warga.
Baca Juga: Tragis! Siswi SMP Hilang di Sungai Karangmalang Ditemukan Tak Bernyawa
Penanganan Darurat Dan Solusi Jangka Panjang
Sebagai respons cepat terhadap bencana, pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI langsung melakukan penanganan darurat. Mereka membangun talud sementara menggunakan sak karung untuk membendung aliran air dan mencegah dampak yang lebih luas.
Sekitar 40 anggota TNI dikerahkan untuk membantu upaya penanganan darurat ini, termasuk membersihkan lumpur dari jalan, parit, dan halaman rumah warga. “Sekitar 40 anggota TNI membantu penanganan darurat ini,” jelas Abdul Haris, mengapresiasi bantuan tersebut.
Untuk solusi jangka panjang, opsi relokasi warga mulai dipertimbangkan serius. Mengingat insiden banjir yang berulang setiap tahun, relokasi dianggap sebagai solusi permanen yang paling efektif. Sementara itu, perbaikan infrastruktur lain masih dalam kajian bersama pihak terkait.
Pentingnya Mitigasi Dan Adaptasi
Kejadian banjir Dinar Indah yang berulang setiap tahun menunjukkan betapa pentingnya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta manajemen air yang lebih baik. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem penampungan dan drainase harus segera dilakukan.
Masyarakat juga perlu diberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sangat diperlukan untuk membangun ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi.
Dengan perencanaan yang matang dan implementasi yang efektif, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Keamanan dan kesejahteraan warga Dinar Indah harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan tindakan yang diambil.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jateng.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari jateng.tribunnews.com