Kirab 50 replika kelenteng di Semarang berlangsung meriah dalam perayaan HUT Ling Hok Bio ke-160 yang penuh antusiasme.
Perayaan HUT ke-160 Kelenteng Ling Hok Bio di Pecinan Semarang dirayakan dengan megah melalui kirab 50 replika kelenteng pada 11-12 April 2026. Selain itu, acara ini jadi simbol harmoni budaya Tionghoa-Indonesia yang kaya dan penuh makna. Ribuan warga hadir saksikan tradisi Tri Dharma penuh khidmat dan semarak yang tak terlupakan.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Sejarah Glorious Kelenteng Ling Hok Bio
Kelenteng Ling Hok Bio berdiri sejak 1792 di Gang Pinggir Pecinan Semarang oleh komunitas Tionghoa lokal yang ulet. Selain itu, bangunan mungil 9×25 meter ini jadi saksi bisu perkembangan etnis Tionghoa di Jawa Tengah selama berabad-abad. Arsitektur asli tetap terjaga meski renovasi bertahap dilakukan secara hati-hati.
Lokasinya strategis di kawasan cagar budaya dikelilingi ruko modern yang ramai. Dewa utama Ho Tek Ceng Sin dihormati sebagai pelindung utama oleh umat setia. Sejarah 160 tahun perkuat posisi sebagai kelenteng tua ikonik Semarang yang legendaris.
Tradisi ulang tahun kelenteng atau “cut-bio” rayakan napak tilas leluhur secara khidmat. Selain itu, ritual tahunan libatkan umat Tri Dharma dari berbagai daerah secara luas. Ling Hok Bio jadi pusat spiritual Pecinan yang hidup dan dinamis.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kemegahan Kirab 50 Replika Kelenteng
Kirab budaya libatkan 50 replika kelenteng mini berhiaskan patung dewa berkilau yang memukau. Selain itu, peserta dari 14 kelenteng tetangga seperti Sam Poo Kong arakkan bersama ratusan rombongan secara kompak. Jalan Pecinan penuh warna merah-emas dan rebana yang menggema riang.
Ratusan warga pakai baju adat Tionghoa ikut berjalan kaki berjam-jam dengan semangat. Replika simbol kesatuan klenteng Jateng-Jabar hingga nasional yang erat. Suasana carnaval tambah tarian barongsai dan lentera raksasa yang spektakuler.
Puncak kirab tiba di Ling Hok Bio dengan sembahyang bareng yang khusyuk. Selain itu, patung dewa “ditemukan” simbol harmoni lintas vihara secara indah. Ribuan saksi mata tepuk tangan rayakan momen bersejarah ini dengan bahagia.
Baca Juga: Polisi Gerebek Gudang Narkoba di Mijen Semarang, Ini Barang Bukti Yang Disita!
Peserta dan Atraksi Pendukung
Sebanyak 14 kelenteng undangan seperti Hok Sian Than Kudus dan Tai Zi Kiong Malang memeriahkan acara secara meriah. Bio Kwee Seng Ong Jakarta juga membawa replika spesial Cheng Ho yang istimewa. Total peserta mencapai sekitar 2.000 orang dengan penuh semangat dan antusiasme.
Atraksi barongsai raksasa, tai chi, serta kidung Tri Dharma digelar sepanjang rute secara menarik. Panggung utama turut menampilkan opera Tionghoa tradisional yang menghibur para penonton. Bazar UMKM khas Semarang juga menjual berbagai makanan ringan yang laris sepanjang acara.
Forkopimda Semarang hadir memberikan dukungan terhadap toleransi beragama secara penuh. Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu membuka kirab secara resmi dengan suasana hangat. Perayaan ini menegaskan harmoni budaya sebagai pesan utama yang inspiratif.
Makna Budaya dan Dampak Positif
Kirab perkuat ukhuwah antar umat Tri Dharma dan masyarakat luas secara signifikan. Selain itu, tradisi 160 tahun jaga warisan leluhur di tengah modernisasi yang pesat. Semarang bangga punya kelenteng ikonik nasional yang abadi.
Acara tingkatkan pariwisata Pecinan pasca-pandemi secara signifikan dan nyata. Pengunjung naik 30% bawa berkah ekonomi lokal yang melimpah. Festival ini jadi agenda tahunan wajib kalender wisata Jateng yang populer.
Ke depan, Ling Hok Bio rencana ekspansi museum sejarah yang menarik. Selain itu, kolaborasi lintas kelenteng perkuat citra Semarang kota toleran dan ramah. Warisan budaya Tionghoa-Indonesia lestari abadi untuk generasi mendatang.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com