Pasutri di Gebangsari, Semarang, nekat mencuri 2 motor dan tabung elpiji, polisi bergerak cepat memburu pelaku.
Aksi pasutri ini bikin heboh warga Semarang. Mereka nekat mencuri dua motor dan tabung elpiji di Gebangsari, membuat polisi langsung bergerak memburu pelaku. Info Kejadian Semarang ini menimbulkan keresahan sekaligus tanda tanya soal keamanan di lingkungan setempat.
Pasutri Nekat Gasak Motor Dan Tabung Gas Di Gebangsari
Polisi kini memburu pasangan suami istri (pasutri) yang mencuri dua sepeda motor dan tabung LPG 3 kilogram di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Kejadian ini terungkap Senin (2/3/2026), mengejutkan warga sekitar dan membuat lingkungan menjadi waswas.
Kapolsek Genuk, AKP Rismanto, menyampaikan pihaknya sudah menerima laporan kejadian. Tim penyidik langsung bergerak dan mengamankan beberapa CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk menelusuri gerak-gerik pasutri tersebut.
Polisi menegaskan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Bukti rekaman CCTV menjadi kunci utama untuk mengetahui jalur pelarian pasutri dan menemukan mereka secepat mungkin.
Modus Operandi Pasutri Dan Proses Pelarian
Kanit Reskrim Polsek Genuk, Iptu Muchlisin, menjelaskan modus pasutri ini cukup terencana. Siti meminjam motor milik teman kos dengan alasan mengantar laundry, sedangkan Riyan, suaminya, membawa motor lain milik penghuni kos lainnya.
Motor yang dibawa masing-masing adalah Honda Beat merah milik Esty dan Honda Vario oranye milik Pur. Kedua motor tersebut dibawa secara bersamaan, sehingga aksi mereka terlihat seperti rencana matang untuk kabur tanpa terdeteksi.
Selain motor, pasutri juga diduga membawa kabur tabung gas LPG 3 kilogram. Namun, laporan resmi terkait tabung gas masih dalam proses verifikasi polisi, sehingga fokus utama saat ini adalah melacak keberadaan mereka.
Baca Juga: Hotel Grand Arkenso Terbakar! Detik-Detik Panik Dan Dugaan Penyebabnya
Profil Pasutri Dan Kehidupan Sehari-Hari
Siti dan Riyan diketahui baru beberapa bulan tinggal di salah satu kos di Gebangsari. Pasutri ini bekerja sebagai buruh harian lepas di usaha laundry milik Desi, warga setempat.
Desi menuturkan biasanya pasangan ini berangkat kerja sekitar pukul 13.00 WIB, namun pada hari kejadian mereka tidak muncul hingga pukul 15.00 WIB. Pesan WhatsApp mereka pun tak dibalas, membuat situasi menjadi mencurigakan.
Mereka tinggal bersama seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahun. Warga sekitar khawatir terhadap keselamatan anak tersebut, mengingat tindakan kriminal orang tua bisa berdampak langsung pada lingkungan kos.
Penanganan Polisi Dan Upaya Penyelidikan
Polisi mengamankan CCTV di lokasi strategis untuk mengetahui jalur pelarian pasutri. Semua rekaman dianalisis untuk menemukan titik keberadaan terakhir kedua pelaku.
AKP Rismanto menegaskan koordinasi antara Polsek Genuk dan tim penyidik terus berjalan. Analisis bukti visual dari CCTV diharapkan mempercepat proses penangkapan.
Selain itu, polisi meminta partisipasi aktif warga. Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mengidentifikasi lokasi persembunyian pasutri agar proses hukum bisa berjalan tanpa hambatan dan risiko lebih rendah.
Dampak Kasus Dan Imbauan Untuk Warga
Kejadian ini membuat warga Gebangsari resah. Banyak penghuni kos merasa takut setelah menyaksikan aksi pasutri yang berani melakukan pencurian di siang hari.
Pemilik laundry, Desi, berharap pihak kepolisian segera menangani kasus ini agar keamanan lingkungan kembali normal. Ia juga mengingatkan pemilik kos lain untuk lebih waspada terhadap penghuni baru atau orang asing yang baru datang sementara.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangkap pasutri sendiri. Setiap informasi terkait keberadaan mereka harus segera dilaporkan ke Polsek Genuk agar proses hukum berjalan sesuai prosedur dan keselamatan warga tetap terjamin.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari radarkediri.jawapos.com