Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Semarang, merobohkan puluhan atap rumah warga di beberapa kelurahan.
BPBD mencatat 12 rumah rusak berat, sementara warga mengamankan keluarga dan barang berharga. Tim darurat, relawan, dan aparat siaga mengevakuasi korban serta menyalurkan bantuan darurat. PLN dan pemerintah daerah bekerja cepat memulihkan listrik dan menyiapkan perbaikan rumah terdampak.
Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.
Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Puluhan Atap Rumah
Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Semarang pada Rabu (18/2/2026) sore, mengakibatkan puluhan atap rumah warga roboh. Kejadian ini tersebar di beberapa kelurahan, termasuk Kelurahan Tlogosari, Semarang Timur, dan Kalibanteng. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, angin kencang mencapai kecepatan 45-60 km/jam, cukup untuk merobohkan atap berbahan ringan seperti seng dan kayu. Beberapa warga mengaku panik karena suara atap yang terangkat terdengar keras dan tiba-tiba.
Warga yang rumahnya terdampak segera mengamankan barang berharga dan memindahkan keluarga ke lokasi yang lebih aman. Beberapa warga terpaksa menumpang ke rumah tetangga atau balai warga karena atap rumah mereka rusak parah.
Dampak Kerusakan dan Situasi Terkini
BPBD Kota Semarang mencatat sekitar 45 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, dengan 12 rumah rusak berat. Kerusakan berat mayoritas disebabkan atap seng terangkat dan sebagian dinding rumah ambruk akibat terpaan angin. Tim BPBD, bersama aparat kelurahan, langsung meninjau lokasi untuk menilai kerusakan dan kebutuhan darurat.
“Prioritas kami saat ini adalah mengevakuasi warga yang terdampak, memastikan mereka aman, dan mendata kerusakan agar bantuan bisa cepat disalurkan,” ujar Kepala BPBD Kota Semarang, Hendra Setiawan. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrim diprediksi masih berlangsung hingga Kamis malam.
Selain rumah, sejumlah warung dan kios kecil juga mengalami kerusakan atap. Arus listrik sempat padam di beberapa RT karena tiang listrik terseret angin. PLN Kota Semarang menurunkan tim darurat untuk memulihkan jaringan agar pasokan listrik kembali normal.
Baca Juga: Angin Kencang Porak-Porandakan Atap SPPG Mangkang Kulon Semarang
Upaya Penanganan Darurat dan Bantuan Warga
BPBD Kota Semarang bersama relawan, TNI, dan Polri segera menyiapkan bantuan darurat berupa tenda pengungsian, matras, selimut, serta bahan pokok. Tim kesehatan juga siaga untuk membantu warga yang mengalami luka ringan akibat tertimpa puing atau terkena atap terbang.
Masyarakat setempat turut membantu warga terdampak. Banyak tetangga dan pemuda setempat ikut mengevakuasi barang, membersihkan puing, dan membantu memperbaiki atap sementara. Langkah gotong royong ini menjadi contoh kolaborasi warga dalam menghadapi bencana lokal.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta seluruh OPD terkait untuk segera meninjau titik-titik terdampak dan menyiapkan langkah rehabilitasi pasca-bencana. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menanggung perbaikan atap rumah bagi warga tidak mampu dan memprioritaskan keselamatan masyarakat.
Prediksi Cuaca dan Imbauan Untuk Warga
BMKG Stasiun Semarang memperingatkan cuaca ekstrem akan masih berlangsung hingga akhir pekan. Angin kencang diprediksi kembali muncul, terutama sore dan malam hari, sehingga warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Barang-barang ringan di sekitar rumah seperti genting, pohon, dan tenda harus diamankan agar tidak menimbulkan bahaya.
Warga juga diimbau untuk tidak berada di dekat pohon tinggi atau tiang listrik saat angin kencang terjadi. Bagi rumah yang atapnya rusak, BPBD menyarankan menutup sementara dengan terpal agar hujan tidak masuk ke dalam rumah.
Selain itu, pihak keamanan setempat menyiapkan posko darurat di beberapa kelurahan terdampak. Posko ini melayani laporan warga, distribusi bantuan, dan informasi terkini tentang perkembangan cuaca.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari regional.espos.id