Pemerintah Kota Semarang telah memperbaiki 28 titik jalan rusak, memastikan arus mudik Lebaran aman dan lancar.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang menargetkan penyelesaian perbaikan 28 titik jalan rusak sebelum Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan. Upaya proaktif ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pemudik.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Fokus Perbaikan Dan Prioritas Jalur
Plt Kepala DPU Kabupaten Semarang, Danang Eko, menjelaskan perbaikan bersifat pemeliharaan fungsional, yaitu penambalan jalan rusak. Ini adalah upaya cepat agar jalan layak dilalui, meskipun anggaran terbatas. Beberapa ruas yang telah diperbaiki antara lain Jalan Raya Suruh, Jalan Gatot Subroto Ambarawa, dan Jalan Kauman Kidul.
Dari 41 titik jalan rusak yang dilaporkan masyarakat, hanya 28 titik menjadi prioritas utama sebelum Lebaran. Pemilihan ini didasarkan pada strategi untuk memaksimalkan dampak perbaikan dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam penanganan.
Prioritas perbaikan difokuskan pada jalur alternatif pengalihan arus kemacetan, jalur wisata, dan ruas jalan logistik. Jalur-jalur ini diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan. Strategi ini dirancang untuk kelancaran distribusi dan mendukung pariwisata.
Keterbatasan Anggaran Dan Waktu
Anggaran perbaikan jalan untuk 2026 sebesar Rp9 miliar. Diperkirakan sekitar 80 persen anggaran akan terserap untuk 28 titik prioritas karena kondisi kerusakan bervariasi. Dana sisa akan dialokasikan untuk pemeliharaan hingga akhir tahun.
Meskipun anggaran terbatas, DPU berkomitmen pada pemeliharaan rutin fungsional. Tujuannya adalah menjaga kenyamanan jalan agar layak dilalui pemudik. Danang menekankan pentingnya menjaga kondisi jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Dengan sekitar 18 hari kerja efektif menjelang Lebaran, DPU juga memperhitungkan kondisi cuaca. Keterbatasan waktu ini menjadi tantangan besar untuk mencapai target sebelum Lebaran. DPU terus mengoptimalkan pekerjaan dengan mempertimbangkan faktor lapangan.
Baca Juga: Semarang ke Belanda, Gibran Ungkap Produk Pesantren Bisa Internasional
Strategi Efektif di Tengah Tantangan
DPU mengadopsi pendekatan strategis dengan fokus pada penambalan fungsional. Metode ini dipilih untuk memaksimalkan cakupan perbaikan dengan anggaran terbatas. Prioritas pada jalur mudik, wisata, dan logistik menunjukkan pemahaman DPU terhadap kebutuhan mendesak.
Koordinasi antara DPU dan pihak terkait menjadi kunci keberhasilan. Seringkali ini melibatkan kepolisian untuk pengalihan lalu lintas dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan arus. Sinergi ini penting agar perbaikan berjalan lancar tanpa hambatan baru.
Penyerapan 80% anggaran untuk 28 titik utama menunjukkan efisiensi alokasi dana. Sisa anggaran untuk pemeliharaan berkelanjutan mengindikasikan perencanaan jangka panjang. Namun, potensi ketidakcukupan anggaran menyoroti kebutuhan dukungan finansial lebih besar.
Apresiasi Masyarakat Dan Harapan ke Depan
Danang Eko meminta maaf atas keterbatasan dalam penanganan seluruh titik jalan rusak. Namun, ia mengapresiasi partisipasi aktif warga melaporkan kondisi jalan rusak. Laporan masyarakat menjadi masukan berharga bagi DPU dalam perencanaan perbaikan.
Partisipasi aktif ini menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya infrastruktur jalan. DPU berharap kerja sama pemerintah dan masyarakat terus terjalin untuk menjaga kualitas jalan. Laporan warga membantu DPU lebih responsif terhadap kebutuhan perbaikan.
Ke depannya, DPU Kabupaten Semarang akan terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Meskipun tantangan anggaran dan waktu selalu ada, komitmen terhadap pelayanan terbaik tetap prioritas. DPU berharap perbaikan ini memberikan pengalaman mudik aman dan nyaman.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jateng.antaranews.com
- Gambar Kedua dari semarang.inews.id