Insiden tragis di Semarang menewaskan seorang bocah akibat ledakan bubuk petasan, menyoroti bahaya serius penggunaan bahan peledak ilegal.
Tragedi mengerikan terjadi di Kampung Pondok, Tambakrejo, Gayamsari, Semarang, Jumat dini hari (20/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Bocah GSP (9) tewas tertimpa puing akibat ledakan bubuk petasan. Dua anggota keluarga luka ringan, rumah milik Rondiyah (50) hancur parah. Diduga bahan petasan untuk takbir keliling menjadi pemicu.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kronologi Ledakan Mematikan
Suara ledakan dahsyat bangunkan warga sekitar pukul 01.00 WIB. Jeritan histeris terdengar dari rumah Rondiyah, diikuti asap hitam pekat. Bocah GSP ditemukan tewas di bawah meja makan, tertimbun puing dinding roboh.
Warga berhamburan panik, lapor polisi dan ambil alih evakuasi darurat. Rela (25) dan Rondiyah luka lecet tangan serta badan, dirawat RSUP Dr. Kariadi. Gegara Polda Jateng sterilkan lokasi, amankan sisa petasan berbahaya.
Kapolrestabes Semarang Brigjen M. Syahduddi konfirmasi ledakan dari bubuk petasan disimpan di bawah penanak nasi. Rumah kayu rekat hancur 70%, genteng berhamburan jauh 50 meter. Tragedi jelang Lebaran picu duka warga Gayamsari.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kondisi Korban Dan Rumah
Korban utama GSP (9), siswa SD, tewas seketika akibat trauma berat dan tertimbun. Autopsi RS Kariadi konfirmasi penyebab ledakan dahsyat. Keluarga syok, tak sangka petasan biasa berujung maut.
Rondiyah (50) dan Rela (25) luka bakar ringan plus lecet, sudah pulang rawat jalan. Mereka satu keluarga, ibu dan anak. Trauma psikologis berat, rumah jadi puing, barang musnah termasuk dokumen penting.
Warga RW 9 Tambakrejo Ahmad Rifa’i cerita ledakan seperti gempa, kaca rumah retak. Petasan dibeli online untuk takbir keliling, disimpan sembarangan dekat sumber panas. Korban dikebumikan hari ini.
Baca Juga: Siaga Penuh! Pemkot Semarang Waspadai Ledakan Pemudik Jalur Darat
Penyelidikan Polisi
Kasat Reskrim Polrestabes, AKBP Andika Dharma Sena, memimpin langsung olah TKP secara detail di lokasi kejadian. Tim Inafis menemukan bubuk mesiu serta sisa petasan di area dapur rumah korban. Petugas juga berhasil mensterilkan sekitar 20 petasan yang tersisa untuk mencegah potensi ledakan lanjutan.
Kapolrestabes memastikan proses penyelidikan berjalan secara transparan dengan mengambil sekitar 15 keterangan saksi pada malam kejadian. Rekaman CCTV milik tetangga turut dianalisis untuk menelusuri asal-usul petasan ilegal tersebut. Dugaan penyimpanan yang tidak aman menjadi fokus utama dalam penyidikan kasus ini.
Brigjen Syahduddi mengimbau masyarakat untuk menghentikan penggunaan petasan menjelang Lebaran demi keselamatan bersama. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dishub untuk mencegah distribusi petasan ilegal. Kasus ini sementara diklasifikasikan sebagai kecelakaan, namun kemungkinan pidana karena kelalaian masih terus didalami.
Pencegahan dan Pelajaran
Tragedi ini menjadi pengingat serius akan bahaya petasan ilegal menjelang Idul Fitri. Polri melarang keras pembuatan dan penjualan mercon, dengan ancaman pidana hingga 3 tahun penjara. Warga pun mendesak adanya razia yang lebih ketat, termasuk di pasar online.
Dinas Kesehatan Semarang telah menyiapkan layanan gratis bagi korban ledakan, termasuk konseling trauma untuk keluarga. RT/RW juga mulai membentuk tim pengawas petasan serta melarang penyimpanan bahan berbahaya di rumah. Kampanye “Lebaran Aman Tanpa Mercon” pun semakin активно digalakkan.
Warga Tambakrejo menunjukkan solidaritas dengan membantu keluarga korban melalui sumbangan dana dan pembangunan rumah sementara. Baznas juga menyalurkan santunan sebesar Rp10 juta kepada korban. Diharapkan kejadian ini tidak terulang, serta masyarakat lebih waspada dalam melindungi anak-anak dari bahaya petasan.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com