Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti prestasi santri pesantren di Semarang yang berhasil menembus pasar internasional, termasuk Belanda.
Produk digital printing dari Pondok Pesantren Edi Mancoro menjadi bukti nyata bahwa santri mampu bersaing global. Gibran menekankan pentingnya penguasaan teknologi, inovasi, dan kreativitas di pesantren agar generasi muda dapat menciptakan peluang ekonomi, berinovasi, serta tetap mempertahankan nilai akhlak.
Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.
Santri Pesantren Buktikan Daya Saing Global
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa kemampuan santri pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menyoroti kiprah santri yang mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan bahkan menembus pasar internasional.
Salah satu contohnya adalah Jitu Printing, unit usaha dari Pondok Pesantren Edi Mancoro di Semarang. Produk digital printing mereka ternyata digunakan oleh salah satu perusahaan di Belanda, membuktikan kemampuan santri dalam bersaing secara global. “Bukan di Jakarta, bukan pula dari agensi periklanan ternama, tapi dari pesantren,” kata Gibran, dikutip dari tayangan YouTube GibranTV.
Menurut Wapres, prestasi ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk yang bisa diterima pasar global. Keberhasilan Jitu Printing menjadi bukti nyata bahwa santri bisa menjadi pelopor inovasi dan penggerak ekonomi, tidak kalah dengan para profesional di kota besar.
Pesantren Siap Hadapi Era Digital
Gibran menekankan pentingnya mempersiapkan santri agar melek teknologi di era digital. Ia menekankan bahwa kemampuan ini harus dimiliki di berbagai bidang, mulai dari pertanian modern, peternakan cerdas, robotik, blockchain, hingga kecerdasan buatan.
“Pondok pesantren harus menjadi laboratorium inovasi,” ujar Wapres. Santri tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga pencipta peluang dan solusi bagi masyarakat. Pemerintah ingin pesantren menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan karakter islami.
Namun, Gibran juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi, termasuk tata kelola pesantren yang belum optimal, akses terhadap teknologi, pelatihan yang terbatas, serta akses permodalan bagi unit usaha santri. Mengatasi hambatan ini menjadi kunci agar santri bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Baca Juga: KAI Semarang Siapkan Armada Prima, 173 Sarana Siap Layani Angkutan Lebaran 2026!
Pemerintah Dorong Pesantren Jadi Inovatif
Dalam rangka meningkatkan kualitas pesantren, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah strategis. Salah satunya adalah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, yang bertugas memetakan kebutuhan, menginventarisir masalah, dan memberikan solusi bagi pesantren di seluruh Indonesia.
Direktorat ini juga bertujuan mendorong pesantren menjadi pusat inovasi dan ekonomi lokal. Dengan dukungan pemerintah, santri bisa mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan kompetensi tanpa mengurangi nilai-nilai spiritual dan pendidikan karakter yang melekat pada pondok.
Selain itu, pemerintah juga berencana menyediakan pelatihan, pendampingan bisnis, dan akses pembiayaan. Langkah-langkah ini diharapkan mempercepat transformasi pesantren menjadi penggerak ekonomi, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kompeten dan berakhlak mulia.
Santri Sebagai Pelopor Inovasi dan Solusi
Gibran menekankan bahwa santri harus menjadi agen perubahan di masyarakat. Dengan inovasi dan kreativitas, mereka bisa menjadi pencipta peluang, pelopor teknologi, dan penggerak ekonomi lokal. Santri juga diharapkan menjadi contoh integritas, akhlak, dan kepedulian sosial.
Ke depan, pemerintah berharap pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan agama semata, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi dan teknologi. Dengan begitu, santri dapat bersaing di pasar global dan membawa manfaat bagi komunitas sekitar.
“Pondok pesantren adalah aset bangsa. Kita harus mendorong santri menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur pesantren,” tutup Wakil Presiden Gibran.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari asatunews.co.id