Tiga juru parkir liar di Semarang diamankan petugas setelah kedapatan mematok tarif parkir tinggi hingga Rp40 ribu kepada pengunjung.
Tiga juru parkir liar di kawasan Kota Lama Semarang ditangkap Satpol PP setelah viral mematok tarif hingga Rp40 ribu per kendaraan. Aksi ini mengganggu kenyamanan wisatawan dan merusak citra kawasan bersejarah. Penertiban dilakukan pada Senin (13/4/2026) di depan Rumah Makan Pringsewu.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kronologi Viral Aksi Pemalakan Jukir Liar
Ketiga jukir liar beraksi di parkiran dadakan depan Rumah Makan Pringsewu, patok tarif Rp40 ribu untuk motor dan mobil turis. Video rombongan wisatawan Jawa Timur diperlakukan kasar viral di Instagram @beritasemaranghariini, picu kemarahan netizen. Pengunjung tolak bayar, tapi diintimidasi ancaman fisik.
Satpol PP terima laporan via WhatsApp 112 pukul 09.15 WIB, langsung razia gabungan dengan Dishub. Pelaku berinisial Gus (37), Wan (29), dan Sut (45) tak berkutik saat diserbu petugas berseragam lengkap. Uang hasil pungli Rp450 ribu diamankan sebagai barang bukti.
Warga Kota Lama soroti praktik ini sudah berjalan dua bulan, targetkan turis weekend dari Jakarta dan Surabaya. Kerugian wisatawan capai Rp2 juta per hari, rusak suasana liburan di kawasan Lawang Sewu dan Gereja Blenduk yang ikonik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Operandi dan Identitas Pelaku Jukir Liar
Pelaku kerja bergiliran, pakai rompi kuning mirip jukir resmi untuk tipu wisatawan. Tarif normal Rp2-5 ribu, tapi mereka patok Rp20-40 ribu tergantung kemampuan bayar. Ancaman “roda kempes” atau “cat dikoret” jadi senjata utama pemerasan.
Guswanto (37), ketua komplotan, mantan tukang ojek yang putus asa pasca-PPKM. Wanto dan Sutrisno rekrutmen dari preman pasar Johar, bagi hasil 60:40. Mereka hindari jam sibuk polisi, fokus sore hingga malam saat turis ramai foto gedung kolonial.
Dishub konfirmasi pelaku tak punya KTA jukir resmi, murni preman tanpa izin. Koordinasi dengan pengelola parkir resmi Simpang Lima sebut praktik ini ganggu retribusi sah Rp12 miliar tahunan. Identitas lengkap direkam untuk cegah residivisme.
Baca Juga: HEBOH! Kirab 50 Replika Kelenteng Semarang Meriahkan HUT Ling Hok Bio ke-160
Proses Penertiban dan Respons Aparat
Satpol PP Semarang kerahkan 15 personel dipimpin Kasat Yudi Hartono, amankan pelaku tanpa perlawanan di depan Blenduk Church. Dishub pasang spanduk “Parkir Resmi Rp5 Ribu” dan 10 petugas ronda. CCTV kawasan diaktifkan real-time monitoring 24 jam.
Pelaku dijerat Pasal 183 UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, ancam denda Rp100 juta atau kurungan 6 bulan. Pemeriksaan di Polresta Semarang ungkap 25 kasus serupa sejak Januari 2026. Hasil pungli disita untuk dana sosial Kota Lama.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu umumkan operasi bertahap 30 hari, targetkan 50 jukir liar di Simpang Lima, Pasar Johar, dan Kota Lama. Koordinasi TNI-Polri pasang posko pengaduan parkir di setiap pintu masuk wisata.
Dampak Ekonomi dan Upaya Peningkatan Wisata
Aksi jukir liar rugikan PAD parkir resmi Rp500 juta per kuartal, wisatawan kapok kunjungi Kota Lama. OKO Semarang laporkan penurunan 15% pengunjung weekend pasca-video viral. Citra “Kota Neverending Passion” tercoreng pungli terang-terangan.
Manajemen Pringsewu Resto sediakan parkir gratis 100 slot untuk pelanggan, kolaborasi Dishub buat koridor parkir berbayar resmi. Program “Wisata Aman Semarang” latih 200 jukir resmi, gaji tetap Rp3 juta plus tunjangan. Target nol pungli 2027.
Pengguna media sosial mengapresiasi penertiban cepat dengan tagar #SemarangBebasPungli yang menjadi tren di Jawa Tengah. Wisatawan diimbau melapor melalui aplikasi Qlue atau hotline Dinas Perhubungan. Langkah ini diharapkan menjadikan Kota Lama sebagai destinasi wisata yang aman dan berkelas dunia.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com