Dirut Bulog sidak tiga pasar di Semarang, cek harga beras & daging agar sesuai HET, warga diminta pantau agar tak ada kecurangan.
Tak ingin ada kecurangan di pasar, Dirut Bulog melakukan sidak langsung ke tiga pasar di Semarang. Fokus utama: memastikan harga beras dan daging tetap sesuai HET.
Aksi ini penting agar konsumen tidak dirugikan dan transparansi harga terjaga. Simak di Info Kejadian Semarang hasil sidaknya dan tips pantau harga agar tetap wajar!
Sidak Perum Bulog Pastikan Ketersediaan Pangan
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak ke tiga pasar utama di Kota Semarang pada Sabtu (28/2/2026). Tujuannya memastikan harga dan stok bahan kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Sidak dilakukan di Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan, melibatkan tim internal Bulog serta aparat pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif menghadapi lonjakan permintaan pangan.
Rizal didampingi Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto dan Pimpinan Wilayah Jateng Sri Muniati. Pengawasan juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satuan Tugas Pangan, serta aparat pengawas lokal untuk mengawasi distribusi dan harga.
Harga Beras Dan Komoditas Strategis Tetap Stabil
Hasil sidak menunjukkan harga bahan pokok masih stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium dijual Rp 14.900/kg, beras medium Rp 13.500/kg, dan beras SPHP Rp 12.500/kg, memastikan masyarakat tetap bisa membeli dengan harga terjangkau.
Harga protein hewani juga terpantau relatif stabil. Daging sapi turun dari Rp 140.000 menjadi Rp 130.000/kg, sedangkan daging ayam Rp 35.000/kg, lebih rendah dari hari sebelumnya.
Rizal menyebut pengalaman Bulog menjaga stabilitas harga saat Natal dan Tahun Baru menjadi acuan. Ia berharap strategi serupa dapat memastikan kebutuhan pokok tetap aman selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Baca Juga: Semarang Heboh! Sekolah Swasta Gratis Meluas, Ribuan Siswa Senang!
Intensifikasi Monitoring Dan Stok Aman
Perum Bulog menegaskan akan mengintensifkan monitoring sepanjang Ramadan 2026. Pengawasan dilakukan tidak hanya di pasar, tetapi juga di gudang Bulog dan jalur distribusi pangan.
Langkah ini memastikan stok komoditas strategis cukup hingga Idul Fitri. Setiap tahap distribusi dikontrol agar tidak terjadi kelangkaan, sekaligus menjaga harga tetap sesuai HET.
Rizal menambahkan, pemantauan juga melibatkan evaluasi pedagang. Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah menegakkan aturan sehingga pedagang menjual sesuai harga resmi dan transparan.
Transparansi Harga dan Edukasi Pedagang
Kemendag menyediakan price list sebagai acuan pedagang dan konsumen. Alat ini memudahkan Satgas Pangan memantau pelanggaran HET, sekaligus memberi informasi bagi masyarakat.
Bulog juga menyosialisasikan aturan kepada pedagang pasar tradisional agar tetap menjual sesuai ketentuan. Langkah ini menjaga ekosistem perdagangan tetap sehat, mencegah harga melonjak, dan melindungi konsumen.
Selain pengawasan harga, Bulog memberikan edukasi cara menyimpan beras dan protein agar tetap awet. Konsumen juga diimbau memeriksa harga sebelum membeli untuk memastikan kepatuhan pedagang terhadap HET.
Sinergi Lintas Sektor Jaga Stabilitas
Sidak Bulog menjadi bagian koordinasi lintas sektor antara BUMN pangan, pemerintah daerah, kementerian terkait, dan aparat pengawas. Tujuannya menjaga distribusi pangan lancar, harga stabil, dan pasokan cukup.
Kolaborasi ini fokus pada periode meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dengan pengawasan diperkuat, pedagang tetap menjual sesuai aturan, masyarakat mendapat kepastian harga wajar.
Masyarakat bisa belanja kebutuhan pokok tanpa khawatir harga melambung. Pedagang pun mendapat pedoman jelas agar menjalankan usaha sesuai regulasi, memperkuat kepercayaan konsumen, dan menjaga stabilitas pasar tradisional di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari money.kompas.com
- Gambar Kedua dari money.kompas.com