Kebakaran hebat melanda sebuah warung di Semarang, menewaskan seorang lansia berusia 94 tahun yang terjebak di dalamnya.
Kebakaran hebat melanda sebuah rumah sekaligus warung di Jadi Karang Panas, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, pada Minggu (1/3/2026). Peristiwa tragis ini menewaskan seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Wahyono (94). Korban ditemukan dengan kondisi luka bakar serius di sekujur tubuhnya, memicu duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kronologi Kejadian Nahas
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Ketua RT 4 RW 1, Rizal, menuturkan bahwa api sudah membesar saat ia tiba di lokasi setelah menerima laporan warga. Diduga, api bermula dari kamar kecil di dekat warung, dengan plafon yang sudah berjatuhan dan kobaran api yang tak terkendali.
Saat kejadian, korban, Pak Wahyono, sempat ditarik keluar dari sumber api di belakang toko oleh menantunya. Namun, kondisi korban yang sudah sepuh dan pikun membuat upaya penyelamatan menjadi sangat sulit. Sayangnya, Pak Wahyono tidak dapat diselamatkan dari kobaran api yang cepat membesar.
Paramedis menyatakan bahwa sekitar dua per tiga bagian tubuh korban mengalami luka bakar parah. Rizal menyaksikan sendiri bahwa korban masih hidup saat dibopong keluar, namun menghembuskan napas terakhir sesaat setelah diletakkan di teras tetangga. Peristiwa ini menyisakan kesedihan mendalam.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Anak korban mengungkapkan dugaan awal bahwa kebakaran dipicu oleh rokok. Pak Wahyono yang sudah sepuh dan pikun, diduga merokok dan puntungnya membakar kasur, menyebabkan api cepat merambat. Warga lain juga menguatkan dugaan ini, melihat kondisi korban yang sulit bergerak dan cenderung linglung.
Anak korban seringkali mengingatkan ayahnya untuk tidak merokok, namun kebiasaan tersebut sulit dihentikan. Kondisi pikun Pak Wahyono juga menjadi faktor, di mana ia kadang membuka warung di malam hari dan bahkan pernah mengalami kecurian.
Kapolsek Candisari, Iptu Rudi, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang berupaya mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan asal mula api yang merenggut nyawa korban.
Baca Juga: Polres Semarang Gandeng Gegana Brimob Musnahkan 2,1 Kg Mercon Ilegal
Kondisi Korban Dan Kerugian
Ketua RW 1 Kelurahan Jatingaleh, Yoni, juga mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia dengan luka bakar mencapai 80-90 persen. Meskipun sudah lansia, Pak Wahyono dikenal sebagai sosok yang aktif berjualan di toko kelontongnya, menunjukkan semangat hidup yang tinggi.
Sekitar 90 persen bangunan rumah dan warung hangus terbakar, dengan seluruh isi warung ludes dilalap api. Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai nilai yang tidak sedikit. Warga sekitar bergotong royong membantu memadamkan api sebelum tim Pemadam Kebakaran tiba.
Anak dan menantu korban berhasil selamat dari insiden ini dan akan tinggal sementara di rumah kerabat. Kehilangan rumah dan toko kelontong menjadi cobaan berat bagi keluarga yang berduka.
Saksi Mata Dan Respon Cepat Warga
Saksi mata, Sugi (29), yang berada di dekat lokasi, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari seorang perempuan sekitar pukul 08.00 WIB. Ia terbangun dari tidur dan segera menyadari ada kejadian tak beres.
Meskipun api sudah membesar, warga sekitar dengan sigap berusaha membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Solidaritas warga terlihat jelas dalam upaya menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan.
Respon cepat warga menunjukkan kepedulian terhadap sesama, meskipun tragedi ini tidak dapat dihindari sepenuhnya. Kehadiran pemadam kebakaran kemudian membantu menguasai api agar tidak merambat lebih jauh.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com