Warga Semarang dan Demak diminta waspada Sabtu sore ini karena banjir rob diprediksi akan merendam kawasan pesisir.
BMKG memperingatkan gelombang pasang maksimum diperparah angin laut kencang. BPBD menyiapkan posko tanggap darurat dan jalur alternatif bagi pengendara. Masyarakat dihimbau menyiapkan pompa air, tanggul sementara, dan memantau informasi resmi untuk mengurangi risiko kerusakan properti, gangguan lalu lintas, dan keselamatan keluarga. Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.
Waspada Banjir Rob Mengancam Semarang dan Demak
Warga Semarang dan Demak diminta waspada menyusul potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada Sabtu sore. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kenaikan pasang air laut dipicu gelombang pasang maksimum bulan ini, diperparah oleh angin laut yang cukup kencang.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengantisipasi genangan air di kawasan pesisir. Warga diminta menyiapkan pompa air, tanggul sementara, dan peralatan darurat untuk menghadapi banjir rob.
Kepala BPBD Semarang, Ahmad Rofi, menekankan pentingnya kewaspadaan sejak pagi hingga sore hari, karena prediksi gelombang pasang diperkirakan mencapai puncaknya antara pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. “Kami menghimbau warga tetap tenang, tapi siapkan langkah antisipasi,” ujarnya.
Daerah Potensi Genangan
Beberapa wilayah di Semarang Utara seperti Bandarharjo, Tanjung Mas, dan Tugumulyo termasuk daerah rawan terdampak banjir rob. Sementara di Demak, kawasan pesisir seperti Sayung, Wonosalam, dan Bedono diprediksi tergenang air laut.
Ketinggian air diperkirakan mencapai 40-70 cm, cukup untuk mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas. Selain itu, jalanan di sepanjang pesisir utara rawan licin, sehingga kendaraan perlu ekstra hati-hati.
Petugas BPBD juga sudah menyiapkan posko tanggap darurat di beberapa titik strategis untuk membantu warga yang terdampak. Warga diminta melaporkan kondisi darurat agar respons cepat bisa dilakukan.
Baca Juga: Jalan Kaligawe Siap Sikat Kemacetan Mudik Lebaran 2026!
Jalur Alternatif dan Saran Berkendara
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk menghindari titik banjir rob. Bagi pengendara dari Semarang menuju Demak, disarankan melalui Jalan Raya Meteseh atau Jalan Jati Baru sebagai pengganti jalur pesisir yang rawan tergenang.
Pengendara sepeda motor dan mobil kecil diminta untuk menghindari jalan utama pesisir utara saat gelombang pasang mencapai puncaknya. Selain itu, kendaraan besar seperti truk dan bus diarahkan melalui jalur dalam kota agar risiko terjebak genangan dapat diminimalisir.
“Jalur alternatif ini sudah kami koordinasikan dengan Satlantas. Kami berharap masyarakat mematuhi arahan agar perjalanan tetap aman dan lancar,” kata Kasatlantas Polrestabes Semarang, Kompol Dedi Pratama.
Antisipasi dan Langkah Warga
Warga diimbau menyiapkan pompa air, menempatkan barang berharga di tempat tinggi, dan menghindari aktivitas di area pesisir saat banjir rob terjadi. Selain itu, keluarga disarankan tetap memantau informasi terbaru melalui radio, media sosial resmi BPBD, dan BMKG.
Sekolah, kantor, dan fasilitas publik di pesisir utara juga diminta menunda kegiatan luar ruangan jika banjir rob terjadi. Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, kerusakan properti, dan gangguan lalu lintas.
BPBD menegaskan, kesiapsiagaan warga adalah kunci utama. Dengan memanfaatkan jalur alternatif, menyiapkan tanggul sementara, dan memantau informasi resmi, masyarakat bisa tetap aman dan meminimalkan kerugian akibat banjir rob di Semarang dan Demak.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari jateng.tribunnews.com