Posted in

Stok Pangan Jateng Aman, Pemprov Pastikan Ketersediaan Terjaga

Menjelang bulan Ramadhan dan di tengah ancaman cuaca ekstrem, Pemprov Jateng ambil langkah proaktif memastikan ketersediaan pangan aman.

Stok Pangan Jateng Aman, Pemprov Pastikan Ketersediaan Terjaga

Kondisi ini menuntut kesigapan dan koordinasi antarpihak guna menjaga stabilitas harga dan pasokan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan atau lonjakan harga bahan pokok.

Komitmen Pemprov Jateng ini tercermin dari berbagai strategi yang telah dan akan terus diimplementasikan. Dari pemantauan harga harian hingga kerja sama erat dengan Bulog, setiap detail dipersiapkan untuk mengantisipasi dinamika pasar dan potensi gangguan pasokan. Ini adalah cerminan dari keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi wilayah.

Langkah-langkah antisipatif ini menjadi sangat krusial mengingat Ramadhan selalu membawa peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi. Oleh karena itu, memastikan fondasi pangan yang kuat bukan hanya tentang ketersediaan, tetapi juga tentang menciptakan ketenangan dan kepercayaan di tengah-tengah masyarakat.

Dapatkan update harian dan berita menarik dari Semarang, lengkap dan terpercaya, hanya di .

Pengendalian Harga Dan Inflasi, Prioritas Utama

Pemprov Jateng secara konsisten memprioritaskan pengendalian harga dan inflasi sebagai bagian integral dari ketahanan pangan. Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menegaskan bahwa pemantauan ketat dilakukan setiap hari untuk mengidentifikasi potensi gejolak harga di pasar tradisional.

Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, Pemprov Jateng siap mengambil langkah intervensi. Tujuannya adalah untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus oleh fluktuasi pasar yang tidak terkendali.

Koordinasi lintas daerah juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Dengan bekerja sama antardaerah, diharapkan pasokan pangan dapat terdistribusi secara merata, meminimalkan risiko penumpukan atau kelangkaan di wilayah tertentu.

Kemitraan Strategis Dengan Bulog Untuk Pasokan

Untuk menjamin ketersediaan pasokan yang memadai, Pemprov Jateng menjalin kemitraan erat dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Kerja sama ini sangat penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan yang cenderung mengalami peningkatan konsumsi.

Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, memastikan stok beras di Jateng sangat aman. Data terbaru menunjukkan cadangan beras mencapai 339.094 ton, jumlah yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Juni 2026.

Ketersediaan stok yang kuat dari Bulog menjadi bantalan penting terhadap potensi gangguan pasokan, termasuk yang disebabkan oleh cuaca ekstrem atau lonjakan permintaan. Ini memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pasokan bahan pangan pokok akan tetap tersedia.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Dipindahkan ke Semarang Usai OTT KPK di Kudus

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Dan Gagal Panen

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Dan Gagal Panen

Meskipun beberapa daerah seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Grobogan mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem, Pemprov Jateng menyatakan dampaknya terhadap ketersediaan pangan secara keseluruhan masih relatif terbatas. Pemerintah segera melakukan pendataan lahan terdampak puso dan menyiapkan langkah perlindungan.

Langkah konkret yang diambil meliputi identifikasi dampak bencana dan penyediaan asuransi bagi petani. Ini bertujuan untuk meminimalkan kerugian petani dan memastikan keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang, meskipun menghadapi tantangan iklim.

Dengan langkah mitigasi dan perlindungan yang terencana, Pemprov Jateng berupaya keras agar kejadian gagal panen lokal tidak mengganggu stabilitas pangan di tingkat provinsi. Produktivitas pangan tahun 2025 yang memenuhi target juga menjadi modal kuat.

Jateng, Penyangga Pangan Nasional Dengan Produktivitas Tinggi

Jawa Tengah telah meneguhkan posisinya sebagai salah satu kontributor terbesar dalam produksi pangan nasional. Sepanjang tahun 2025, produktivitas padi di Jateng mencapai 11.377.731 ton gabah kering panen (GKP), atau setara 9.397.904 ton gabah kering giling (GKG).

Angka produktivitas yang impresif ini berasal dari luas tanam padi sekitar 2.025.782 hektare dan luas panen 1.673.012 hektare. Pencapaian ini menempatkan Jateng dalam posisi tiga besar provinsi penyumbang padi terbesar di Indonesia.

Capaian ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga merupakan bukti nyata komitmen Pemprov Jateng dalam menjaga ketahanan pangan. Dengan terus meningkatkan produktivitas dan mengimplementasikan strategi pengelolaan yang efektif, Jateng siap menjadi penumpu pangan nasional yang andal.

Ikuti terus berita terkini dan informasi terpercaya seputar Semarang, eksklusif hanya di Info Kejadian Semarang.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari jateng.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari merdeka.com