Seorang pria di Semarang mengalami amukan warga setelah kedapatan membawa celurit dan memicu ketegangan di lingkungan permukiman setempat.
Seorang pria di Semarang jadi sasaran amarah warga usai menggeber motor dan memukul warga dengan gagang celurit saat ditegur. Insiden terjadi di Kampung Kerobokan, Pandansari, Semarang Tengah pada Minggu (10/5/2026) malam. Kapolrestabes Semarang pastikan pelaku dan korban kini aman setelah mediasi.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kronologi Insiden
Dua pria, Haris dan Rio dari Rejosari, Semarang Timur, bikin onar geber motor kencang di gang sempit. Warga bernama Sofiatun (korban) tegur karena gangrus dan bahaya anak-anak bermain. Situasi memanas pukul 19.00 WIB saat Haris emosi keluarkan celurit.
Haris pukul kepala Sofiatun pakai gagang celurit hingga luka robek. Warga sekitar geram langsung hajar Haris hingga babak belur. Rio kabur tinggalkan temannya yang dikeroyok massa. Video viral rekam aksi brutal dan balasan warga.
Polisi datang tepat waktu cegah lynching. Haris luka parah dibawa RSUD Ki Mangun Singo. Sofiatun dirawat luka bakar aspal dan memar kepala. Kedua belah pihak rekam statement polisi malam itu juga.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Identitas Pelaku Korban
Pelaku utama Haris (inisial H), warga Rejosari, Semarang Timur berusia 30-an. Rio (R) temannya kabur tapi akhirnya serahkan diri Polrestabes Semarang. Keduanya tak punya catatan kriminal berat sebelumnya. Motif dugaan dendam karena sering ditegur warga. Polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian tersebut.
Korban Sofiatun (40), ibu rumah tangga setempat. Ia terluka sedang di kepala dan tangan kiri. Keluarga korban trauma berat karena kejadian depan rumah. Warga Kerobokan kompak dukung proses hukum. Korban kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Haris dirawat di RSUD dr. Mohamad Saleh. Kondisi stabil tapi memar seluruh tubuh. Polisi amankan celurit sebagai barang bukti utama. Rio diperiksa sebagai saksi sekaligus pelaku blayer motor. Hasil pemeriksaan akan digunakan untuk memperkuat berkas perkara.
Baca Juga: Bikin Resah Warga, Perempuan Diduga Alami Gangguan Jiwa di Semarang Diamankan
Penyebab Aksi Brutal
Pemicu utama geber motor kencang gang sempit ganggu warga. Haris tak terima ditegur justru eskalasi kekerasan fisik. Budaya “bleyer” motor jadi masalah kronis di Semarang Tengah. Celurit selalu dibawa sebagai budaya jalanan. Warga berharap pengawasan lingkungan dapat lebih ditingkatkan ke depannya.
Sofiatun sebut pelaku sering bikin onar setiap akhir pekan. Kali ini puncaknya karena hampir tabrak anak kecil. Warga sudah lapor RT tapi tak ditangani serius sebelumnya. Akumulasi amarah warga meledak seketika.
Kapolsek Semarang Tengah imbau cegah konflik horizontal. Budaya bawa senjata tajam harus diakhiri. Kampanye “Semarang Damai” rencanakan intensif di 12 kelurahan rawan.
Proses Hukum Damai
Kasus selesai damai lewat musyawarah Polrestabes Semarang Senin pagi. Keluarga Haris bayar biaya pengobatan Sofiatun Rp15 juta. Kedua belah pihak saling maafkan depan Kapolresta. Haris janji tak ulangi. Kesepakatan damai ini tetap berada di bawah pengawasan aparat kepolisian.
Polisi tetap jerat Pasal 351 KUHP penganiayaan ringan ancam 2 tahun 8 bulan. Haris wajib ikut konseling kemarahan. Rio kena teguran administratif. Musyawarah jadi model penyelesaian konflik komunitas.
Warga Kerobokan bentuk posko ronda khusus cegah blayer motor. CCTV gang wajib pasang dalam 7 hari. Pak RT koordinasi polisi setiap ada onar kecil. Semarang Tengah janji zona aman tanpa celurit.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompasiana.com