Posted in

Banjir Rob Mengancam Pantura Semarang-Demak, Warga Diminta Siaga!

Warga Pantura, terutama jalur Semarang-Demak, diminta waspada menyusul potensi banjir rob sore ini BPBD Jawa Tengah.

Semarang-Demak, Warga Diminta Siaga!

mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di dekat sungai dan kanal yang mudah meluap. Tim tanggap darurat telah disiagakan dengan peralatan lengkap, sementara posko siaga dibuka di titik rawan. Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.

Waspada Banjir Rob Pantura Semarang-Demak

Peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebutkan potensi banjir rob akan melanda jalur Pantura, khususnya antara Semarang hingga Demak, pada sore ini. Banjir rob biasanya terjadi karena pasang air laut yang tinggi dan angin laut kencang, sehingga dapat menggenangi jalan-jalan di pesisir utara Jawa Tengah.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Hardianto, mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di dekat sungai dan kanal yang mudah meluap. Ia menekankan agar masyarakat tidak panik namun tetap siaga, serta memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BPBD.

Selain itu, pemerintah daerah setempat telah menyiagakan tim tanggap darurat untuk membantu evakuasi jika air laut memasuki permukiman. Posko siaga dibuka di beberapa titik rawan banjir rob, dengan personel dan peralatan siap untuk mendukung masyarakat terdampak.

Pantura Semarang-Demak Siaga Genangan

Jalur Pantura Semarang-Demak menjadi titik rawan terdampak banjir rob karena berada di dataran rendah dekat pesisir laut. Berdasarkan pantauan BPBD, ketinggian air bisa mencapai 30 hingga 50 sentimeter, cukup untuk mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Pengendara diimbau untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintasi ruas yang rawan tergenang. Truk dan kendaraan besar lainnya dianjurkan menghindari jalur utama Pantura, karena genangan air dapat membuat jalan licin dan berisiko menyebabkan kecelakaan.

Warga juga diingatkan untuk tidak memarkir kendaraan di lokasi rawan genangan, serta menjauh dari bibir jalan atau tepi sungai. Kesadaran kolektif menjadi kunci agar risiko kecelakaan atau kerusakan kendaraan dapat diminimalkan.

Baca Juga: Terbongkar! Oknum Outsourcing Pemkab Kendal Terjerat Narkoba, Ternyata Ini Tugasnya!

Rute Alternatif Aman Dilalui

Rute Alternatif Aman Dilalui

Sebagai antisipasi, BPBD dan Dinas Perhubungan Jawa Tengah menyarankan beberapa jalur alternatif untuk menghindari ruas Pantura yang tergenang. Salah satunya adalah jalur Pantai Utara via jalan tol Semarang-Demak, yang relatif aman dari genangan air pasang.

Kendaraan roda dua dan roda empat juga bisa memanfaatkan jalan desa yang lebih tinggi, meski durasinya lebih lama. Petugas lalu lintas akan menempatkan personel di persimpangan penting untuk memandu arus kendaraan agar tetap lancar.

Selain itu, warga yang hendak menuju kota Semarang atau Demak disarankan memantau aplikasi lalu lintas dan media sosial resmi BPBD, sehingga dapat menyesuaikan rute perjalanan secara real-time. Koordinasi antara petugas, pengendara, dan masyarakat menjadi kunci agar mobilitas tetap lancar meski banjir rob melanda.

Kesiapsiagaan Warga dan Imbauan BPBD

BPBD Jawa Tengah menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi banjir rob. Warga diminta menyiapkan perlengkapan darurat, seperti lampu senter, perahu kecil, serta obat-obatan untuk keluarga.

Kepala BPBD juga mengingatkan orang tua untuk mengawasi anak-anak dan warga lanjut usia agar tidak berada di tepi jalan atau pinggir kanal yang rawan terendam air pasang. Keselamatan manusia tetap menjadi prioritas utama.

Selain itu, warga diimbau tidak melakukan aktivitas di bibir pantai atau sungai saat rob terjadi, termasuk memancing atau bermain di kawasan rawan. Penegasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan harus lebih diutamakan daripada aktivitas rutin sehari-hari.

Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari regional.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari regional.kompas.com