Banjir melanda Tuntang, Kabupaten Semarang, menimbulkan kerugian materi dan gangguan aktivitas warga warga menyoroti proyek Jateng.
Rumah dan fasilitas umum terendam, akses jalan terputus, dan evakuasi darurat dilakukan. Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat turun tangan untuk menanggulangi dampak banjir. Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.
Tuntang Semarang Terendam Banjir, Proyek Jateng Agro
Banjir yang melanda wilayah Tuntang, Kabupaten Semarang, kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Warga setempat menyebut bahwa proyek Jateng Agro Berdikari berpotensi menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko banjir. Luapan air yang merendam pemukiman dan lahan pertanian menyebabkan kerugian material serta mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Sejumlah rumah dan fasilitas umum terendam hingga lebih dari satu meter. Selain itu, akses jalan utama juga sempat terputus, mempersulit mobilitas warga. Pemerintah daerah dan tim tanggap darurat segera dikerahkan untuk mengevakuasi warga terdampak dan menyiapkan bantuan logistik.
Warga berharap pihak terkait dapat segera meninjau lokasi dan melakukan langkah mitigasi agar banjir tidak terus berulang. Sebagian warga juga menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak proyek Jateng Agro Berdikari terhadap lingkungan setempat, termasuk pola aliran air dan sistem drainase yang terganggu.
Proyek Jateng Agro Berdikari Diduga Picu Banjir
Sejumlah tokoh masyarakat dan pakar lingkungan menilai bahwa pembangunan proyek Jateng Agro Berdikari berkontribusi terhadap banjir di Tuntang. Proyek yang melibatkan pengolahan lahan secara masif ini diduga mengubah alur air alami, mempercepat limpasan, dan mengurangi area resapan.
Seorang warga setempat menyampaikan, “Sejak proyek ini berjalan, hujan ringan saja sudah menyebabkan genangan di beberapa titik. Kami khawatir kalau hujan deras terus-menerus, banjir akan semakin parah.” Uraian ini menunjukkan adanya hubungan langsung antara pengerjaan proyek besar dan meningkatnya risiko banjir.
Ahli lingkungan menambahkan, pentingnya kajian dampak lingkungan (AMDAL) yang matang sebelum proyek berskala besar dijalankan. Tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga keberlanjutan ekologis, agar masyarakat dan lingkungan tetap terlindungi.
Baca Juga: Terungkap! SIM Sopir Bus Cahaya Trans Diduga Palsu Usai Laka Maut Di Tol Semarang
Warga Terdampak Banjir, Kerugian Meninggi
Banjir yang melanda Tuntang mengakibatkan kerugian signifikan bagi warga. Rumah, lahan pertanian, dan ternak banyak yang terdampak. Petani mengalami kerugian material karena tanaman padi dan sayuran terendam air, sementara beberapa fasilitas pendidikan dan kesehatan juga sempat terganggu.
Selain kerugian materi, kondisi ini juga memicu kekhawatiran sosial. Warga harus mengungsi sementara, aktivitas belajar-mengajar terganggu, dan akses transportasi ke pusat kota menjadi terbatas. Dampak psikologis terhadap anak-anak dan keluarga yang terdampak banjir juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan relawan.
Koordinasi antara aparat desa, BPBD, dan pihak terkait terus dilakukan untuk memberikan bantuan darurat dan menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang. Hal ini mencakup pembersihan saluran air, penguatan tanggul, dan pemetaan titik-titik rawan banjir di wilayah terdampak.
Respon Pemerintah dan Klarifikasi Proyek
Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan akan meninjau proyek Jateng Agro Berdikari terkait dugaan dampaknya terhadap banjir. Tim teknis dilibatkan untuk memeriksa pola aliran air, kondisi drainase, dan pengaruh pembangunan terhadap lingkungan sekitar.
Pihak pengelola proyek menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti evaluasi dan memastikan pembangunan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Penyesuaian teknis, seperti perbaikan sistem drainase dan area resapan air, menjadi prioritas agar dampak negatif dapat diminimalisir.
Warga berharap evaluasi dan mitigasi ini berjalan cepat, sehingga banjir di Tuntang dapat dicegah pada musim hujan mendatang. Kesadaran bersama antara pemerintah, pengelola proyek, dan masyarakat dinilai kunci agar pembangunan berkelanjutan tetap berjalan tanpa merugikan warga dan lingkungan.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari pekalongan.suaramerdeka.com