Posted in

OB di Semarang Curi Uang Perusahaan Rp 400 Juta, Modus Terungkap

Seorang office boy (OB) di Semarang berhasil menggasak uang perusahaan hampir Rp 400 juta dengan modus judol-utang.

OB di Semarang Curi Uang Perusahaan Rp 400 Juta, Modus Terungkap

Kejadian ini mengejutkan manajemen dan karyawan, sehingga pihak kepolisian dilibatkan untuk penyelidikan. Perusahaan pun segera memperketat prosedur keuangan dan melakukan audit menyeluruh untuk mencegah kasus serupa.

Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.

OB Semarang Digerebek Usai Gasak Uang Perusahaan

Seorang office boy (OB) di salah satu perusahaan di Semarang berhasil menggasak uang perusahaan hampir Rp 400 juta. Peristiwa ini terjadi akibat praktik “judol-utang”, di mana OB tersebut memanfaatkan celah administrasi untuk mengambil uang tanpa sepengetahuan manajemen. Kejadian ini mengejutkan seluruh pegawai.

Manajemen perusahaan menyatakan bahwa dugaan pencurian baru terungkap setelah tim keuangan menemukan selisih besar dalam laporan kas bulanan. Uang yang hilang sebagian besar berupa dana operasional yang seharusnya digunakan untuk pembayaran vendor dan kebutuhan rutin kantor.

Pihak kepolisian setempat pun telah dilibatkan untuk menindaklanjuti kasus ini. Sementara itu, perusahaan menegaskan akan memperketat prosedur keuangan dan melakukan audit menyeluruh untuk mencegah kasus serupa di masa depan.

Cara OB Semarang Menggasak Uang Lewat Judol-Utang

Praktik “judol-utang” yang dilakukan OB ini memanfaatkan lemahnya pengawasan internal. Setiap kali menerima dana tunai, OB mencatat jumlah yang lebih rendah dari nominal sebenarnya atau mengubah catatan transaksi sehingga tidak terdeteksi oleh sistem keuangan.

Beberapa saksi menyebutkan bahwa OB tersebut tampak tenang saat menangani transaksi kas, sehingga manajemen tidak curiga. Namun, ketidaksesuaian pada laporan keuangan membuat staf keuangan mulai mencurigai adanya ketidakwajaran.

Menurut pakar keuangan, modus seperti ini sering terjadi di perusahaan dengan pengawasan kas yang longgar. Mereka menekankan pentingnya rotasi staf keuangan, pengawasan berlapis, dan audit rutin untuk meminimalkan risiko kehilangan dana.

Baca Juga: Tragedi Tol Semarang, Bus Terguling Usai Ngebut, 16 Penumpang Tewas

Perusahaan dan Pegawai atas Hilangnya Dana

Perusahaan dan Pegawai atas Hilangnya Dana

Kejadian ini mengejutkan seluruh karyawan perusahaan, terutama staf yang bekerja sama langsung dengan OB. Beberapa karyawan menyayangkan lemahnya prosedur internal yang memungkinkan hal ini terjadi, sementara manajemen menyatakan akan memperbaiki sistem pengawasan.

Direktur perusahaan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara hukum. Selain itu, manajemen sedang menyiapkan langkah-langkah untuk mengembalikan dana yang hilang, termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum perdata untuk menagih uang yang digelapkan.

Sementara itu, beberapa pegawai mengaku khawatir dengan reputasi perusahaan yang terdampak akibat pencurian internal. Manajemen pun berencana mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepatuhan internal agar seluruh karyawan memahami pentingnya integritas dan pengawasan finansial.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Perusahaan segera melakukan audit menyeluruh untuk menelusuri aliran dana yang hilang. Tim internal bekerja sama dengan pihak kepolisian dan auditor eksternal untuk memastikan semua transaksi dicatat dengan benar dan memulihkan kerugian seminimal mungkin.

Selain audit, manajemen akan memperketat SOP keuangan, termasuk penerapan tanda tangan ganda untuk pengeluaran tunai, pemisahan tugas antara penerima dan pencatat kas, serta penggunaan sistem digital yang lebih transparan.

Pihak kepolisian juga menghimbau perusahaan lain untuk lebih waspada terhadap praktik “judol-utang” dan memperkuat pengawasan internal. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kasus pencurian internal dapat ditekan dan integritas keuangan perusahaan tetap terjaga.

Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari detik.com