Posted in

Pesangon Buruh Sritex Masih Tertunda, PN Semarang Siap Evaluasi Kurator

Ribuan buruh PT Sritex masih menunggu pencairan pesangon yang tertunda akibat proses kepailitan perusahaan.

PN Semarang Siap Evaluasi Kurator

Pengadilan Negeri Semarang memastikan akan mengevaluasi kinerja kurator yang menangani kasus ini untuk mempercepat pembayaran hak buruh. Evaluasi ini diharapkan bisa memberikan kepastian hukum, transparansi pengelolaan aset, dan memastikan buruh menerima pesangon mereka sesuai prioritas hukum.

Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.

Pesangon Sritex Masih Tertunda, PN Semarang Tinjau Kinerja Kurator

Ribuan buruh PT Sritex mengalami keterlambatan pencairan pesangon akibat masalah kebangkrutan perusahaan. Hingga kini, sebagian besar buruh masih menunggu hak mereka yang tertunda, meskipun perusahaan sudah berada dalam proses kepailitan. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan buruh dan menjadi sorotan publik.

Pengadilan Negeri (PN) Semarang sebagai pihak pengawas kepailitan memastikan akan mengambil langkah evaluasi terhadap kurator yang menangani kasus ini. Evaluasi ini dinilai penting agar hak-hak buruh dapat segera dipenuhi sesuai ketentuan hukum. Buruh berharap evaluasi PN Semarang bisa mempercepat proses pencairan pesangon yang telah lama tertunda.

Kasus keterlambatan pesangon ini menjadi contoh nyata bagaimana kepailitan perusahaan berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja. Buruh mengaku mengalami kesulitan ekonomi karena penghasilan utama mereka terhenti akibat proses hukum yang berjalan lambat. Banyak pihak menyerukan agar ada mekanisme lebih cepat.

Kronologi Persoalan Pesangon Buruh Sritex

Masalah pesangon buruh PT Sritex berawal ketika perusahaan mengajukan kepailitan akibat kondisi keuangan yang memburuk. Kurator ditunjuk untuk mengurus aset dan kewajiban perusahaan, termasuk pembayaran pesangon kepada para buruh. Namun, hingga saat ini, sebagian besar buruh masih belum menerima haknya secara penuh.

Sejumlah buruh yang ditemui mengungkapkan bahwa mereka telah menunggu lebih dari satu tahun sejak kepailitan diumumkan. “Kami hanya ingin hak kami dibayarkan, kami tidak menuntut lebih,” kata salah seorang buruh yang enggan disebut namanya. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian dan tekanan psikologis bagi mereka dan keluarga.

Selain itu, beberapa buruh mencoba mengadukan keluhan mereka kepada serikat pekerja dan lembaga terkait. Serikat pekerja menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari kurator agar buruh mengetahui progres pencairan pesangon. PN Semarang menegaskan bahwa evaluasi kurator akan menilai apakah pengelolaan aset.

Baca Juga: Banjir Dan Longsor Terjang Jepara, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Peran Kurator dan Tantangan Kepailitan

Peran Kurator dan Tantangan Kepailitan

Kurator memiliki tugas utama mengurus aset perusahaan yang pailit dan memastikan kewajiban perusahaan terhadap kreditor, termasuk buruh, terpenuhi. Dalam kasus Sritex, kurator menghadapi tantangan kompleks karena nilai aset yang tersedia terbatas sementara jumlah buruh dan hak-hak mereka cukup besar.

Evaluasi dari PN Semarang menjadi langkah penting untuk menilai kinerja kurator. Evaluasi ini mencakup transparansi pengelolaan aset, kecepatan pembayaran hak buruh, dan kepatuhan terhadap peraturan kepailitan. Jika ditemukan kelalaian atau lambatnya proses, PN dapat memberikan arahan atau sanksi agar hak buruh segera terpenuhi.

Buruh berharap hasil evaluasi ini bisa mempercepat pencairan pesangon mereka. Di sisi lain, pihak kurator menegaskan bahwa mereka berupaya memaksimalkan pembayaran hak buruh sesuai urutan prioritas hukum, meskipun tantangan administratif dan likuiditas perusahaan menjadi hambatan utama.

Harapan dan Tindakan Penyelesaian Buruh

Para buruh menekankan pentingnya keadilan dan kepastian hukum dalam proses kepailitan. Mereka berharap evaluasi PN Semarang bisa menghasilkan langkah konkret agar pesangon yang tertunda segera dicairkan. Serikat pekerja juga berencana memantau hasil evaluasi untuk memastikan hak buruh tidak diabaikan.

PN Semarang menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja transparan dan adil dalam evaluasi kurator. Keputusan yang diambil akan mempertimbangkan kepentingan buruh sekaligus kewajiban kurator dalam mengelola aset perusahaan. Evaluasi ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan buruh dalam kasus kepailitan.

Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari semarang.bisnis.com