Ratusan santri dan elemen masyarakat di Semarang berunjuk rasa di depan kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah.

Para santri menuntut pencabutan izin siar stasiun televisi Trans7 yang dianggap menayangkan konten tidak pantas dan merendahkan pesantren serta santri. Aksi ini mencerminkan kekhawatiran dan kemarahan masyarakat pesantren atas tayangan yang dinilai memuat unsur SARA dan disinformasi.
Berikut ini rangkuman berbagai informasi menarik lainnya dan relevan yang bisa menambah wawasan Anda ada di Info Kejadian Semarang.
Aksi Massa Santri di Semarang
Unjuk rasa di kantor KPID Jateng berlangsung kondusif namun penuh semangat. Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah berkumpul untuk menyuarakan keberatan mereka terhadap tayangan Trans7 yang dianggap menimbulkan stigma negatif. Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar izin siar Trans7 dicabut.
Para peserta aksi menegaskan pentingnya melindungi citra pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Koordinator aksi menyatakan bahwa tayangan tersebut merusak keharmonisan sosial dan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Pihak KPID Jateng pun menerima aspirasi santri dengan terbuka, menegaskan bahwa mereka akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan aturan penyiaran yang berlaku demi menjaga harmoni dan keberagaman di Jawa Tengah.
Kontroversi Tayangan Trans7
Tayangan Trans7 yang dipersoalkan dianggap memuat konten yang menyinggung suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Selain itu, isi program tersebut dinilai memuat informasi yang menyesatkan tentang kehidupan di pondok pesantren. Beberapa adegan tayangan dinilai tidak merepresentasikan realitas pesantren dan malah memperkuat stereotip negatif.
Ketua KPID Jawa Timur, Royin Fauziana, menyebutkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan keberatan dari masyarakat dan tokoh pesantren. Ia menegaskan adanya indikasi pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), khususnya dalam aspek penghormatan nilai agama dan keberagaman.
Penyuntingan dan narasi dalam tayangan tersebut dianggap manipulatif, menimbulkan kesan pesantren sebagai tempat tertutup dan ekstrem. KPID menyoroti tanggung jawab moral lembaga penyiaran untuk menjaga kohesi sosial dan memperkuat toleransi.
Baca Juga: Penyebaran Foto, Cabul Berbasis AI Gegerkan Sekolah di Semarang
Respons Dan Tuntutan Santri

Santri yang melakukan aksi bersama berharap KPID segera memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin siar Trans7 apabila terbukti melakukan pelanggaran berat. Mereka memandang hal ini tidak hanya soal keberatan pribadi, tetapi upaya mempertahankan martabat pesantren dan keluarganya dari stigma negatif.
Selain aksi di lapangan, sejumlah organisasi pesantren dan aktivis keagamaan juga melayangkan somasi dan surat terbuka kepada pemilik Trans7, meminta mereka bertanggung jawab atas dampak negatif yang ditimbulkan. Apalagi pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan keberagaman di Indonesia.
Para santri juga mengajak masyarakat luas untuk ikut mengawasi dan melaporkan konten media yang tidak sesuai dengan norma dan nilai agama demi membangun media yang sehat dan edukatif.
Peran KPID Dalam Menjaga Kerukunan
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) berperan sebagai pengawas dan penegak aturan dalam penyiaran agar media berfungsi mendidik dan menjaga toleransi. KPID Jateng menegaskan akan menindaklanjuti aduan masyarakat dan mengawasi isi siaran secara ketat.
Melalui dialog dengan pemangku kepentingan, KPID berkomitmen memastikan media tidak memuat konten yang mengarah pada diskriminasi atau menimbulkan keresahan sosial. Mereka juga mengingatkan seluruh lembaga penyiaran agar bertanggung jawab menjaga keharmonisan komunitas beragam.
Dalam konflik ini, KPID juga berfokus pada upaya mediasi agar semua pihak dapat berperan aktif membangun komunikasi yang sehat dan saling menghormati di ruang publik, khususnya di wilayah dengan komunitas religius besar seperti Jawa Tengah.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Semarang kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari radarsemarang.jawapos.com
- Gambar Kedua dari kpid.jatengprov.go.id