Pemerintah Kota Semarang memperluas program Bisaroh, memberikan bantuan kepada lebih dari 10 ribu pelayan umat secara merata.
Kabar gembira dari Semarang! Pemkot memperluas jangkauan bantuan operasional (Bisaroh) untuk para pelayan umat, sebagai wujud dukungan nyata kesejahteraan mereka yang mendedikasikan hidup untuk kemaslahatan umat. Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Lonjakan Signifikan Penerima Bisaroh
Pemerintah Kota Semarang telah secara resmi mengumumkan peningkatan jangkauan bantuan operasional atau yang dikenal dengan Bisaroh bagi para pelayan umat. Perluasan ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kontribusi mereka. Angka penerima bantuan ini akan mengalami lonjakan yang cukup drastis di tahun 2026 mendatang.
Wali Kota Semarang, yang diwakili oleh Iswar Aminuddin, menyampaikan bahwa jumlah penerima Bisaroh akan meningkat signifikan. Peningkatan ini mencapai 56,7 persen, dari 6.572 orang pada tahun 2025 menjadi 10.297 penerima di tahun 2026. Data ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Semarang dalam memperluas cakupan kesejahteraan.
Penambahan penerima Bisaroh ini merupakan bentuk kehadiran negara yang nyata bagi berbagai elemen masyarakat. Ini mencakup para pendidik keagamaan, pengelola rumah ibadah, perawat jenazah, dan seluruh pelayan umat lainnya. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur di masyarakat.
Apresiasi Terhadap Penjaga Harmoni Sosial
Iswar Aminuddin menjelaskan bahwa peningkatan ini adalah wujud penghargaan pemerintah kepada mereka yang telah mendedikasikan hidupnya. Para pelayan umat ini berperan penting dalam menjaga harmoni sosial dan nilai-nilai ketuhanan di tingkat akar rumput. Pengabdian mereka seringkali luput dari perhatian, namun memiliki dampak besar.
“Kami ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah daerah,” kata Iswar dalam keterangannya, Senin (5/1/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa Pemkot Semarang tidak akan abai terhadap jasa-jasa para pelayan umat. Dukungan ini diharapkan memotivasi mereka untuk terus berkarya.
Pengumuman ini bertepatan dengan Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI yang diselenggarakan di Halaman Balai Kota Semarang. Momen ini menjadi sangat tepat untuk menyampaikan kebijakan penting yang selaras dengan semangat HAB. Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Baca Juga: Mbah Wakijem Diduga Hilang di Hutan Sukorejo, Tim SAR Turun Tangan
Implementasi Semangat “Umat Rukun, Indonesia Maju”
Waki Wali Kota Semarang menekankan bahwa kebijakan perluasan Bisaroh ini merupakan implementasi nyata dari semangat “Umat Rukun, Indonesia Maju”. Tema besar HAB Kementerian Agama tahun ini sangat relevan dengan tujuan pemerintah daerah. Menciptakan kerukunan adalah fondasi kemajuan bangsa.
Menurutnya, stabilitas dan kedamaian Kota Semarang tidak mungkin tercapai tanpa peran aktif dari para pelayan umat. Mereka adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran. Oleh karena itu, dukungan terhadap mereka adalah investasi untuk masa depan kota.
“Semangat Hari Amal Bhakti ke-80 ini sangat linier dengan komitmen Pemkot Semarang. Kebijakan keagamaan harus menyentuh langsung para pelayan masyarakat,” ujar Iswar. Ini menunjukkan bahwa program-program pemerintah dirancang untuk memberikan dampak langsung dan positif bagi masyarakat.
Memperkuat Ekosistem Sosial-Keagamaan Inklusif
Selain penguatan kesejahteraan, Iswar berharap peringatan HAB ke-80 ini juga menjadi momentum refleksi bagi Pemkot Semarang. Refleksi ini bertujuan untuk terus membangun ekosistem sosial-keagamaan yang inklusif di seluruh wilayah Kota Semarang. Inklusivitas adalah kunci keberagaman yang damai.
“Inilah esensi Hari Amal Bhakti: menghargai pengabdian, dan memastikan persaudaraan kita terus kokoh,” imbuhnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tujuan utama adalah menjaga dan mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Pengabdian adalah dasar untuk pembangunan yang kokoh.
“Semoga semangat ini terus kita jaga sebagai fondasi pembangunan Kota Semarang,” tutup Iswar. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang terus-menerus, diharapkan Kota Semarang akan semakin maju dan menjadi contoh kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jateng.idntimes.com
- Gambar Kedua dari jateng.tribunnews.com