UMKM Semarang kini siap mendunia! Pemerintah kota mendorong pengrajin lokal menembus pasar internasional melalui pelatihan, pendampingan, dan promosi digital.
Produk kerajinan khas seperti batik, anyaman bambu, dan rotan diperkenalkan ke pasar global, meningkatkan pendapatan pengrajin sekaligus membangun ekonomi inklusif. Dukungan pameran nasional dan internasional serta strategi pemasaran modern membuat kerajinan Semarang lebih dikenal dunia. Simak kabar terkini seputar Semarang yang sedang viral, hanya di Info Kejadian Semarang.
Kerajinan Lokal Semarang Siap Go Global
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah gencar mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui promosi kerajinan lokal agar mampu bersaing di pasar global. Program ini menjadi salah satu strategi untuk membangun ekonomi inklusif, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan membuka peluang kerja baru bagi pelaku UMKM.
Wali Kota Semarang, Ahmad Purnomo, mengatakan pemerintah akan memfasilitasi pelatihan, pameran, hingga pendampingan pemasaran digital bagi pengrajin lokal. “Kami ingin kerajinan khas Semarang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga bisa menembus pasar internasional,” ujarnya, Selasa (4/2/2026).
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot meningkatkan daya saing ekonomi daerah sekaligus menjaga budaya lokal. Dengan dukungan teknologi dan akses pasar, produk-produk kerajinan Semarang diharapkan memiliki kualitas dan desain yang mengikuti tren global.
Pelatihan UMKM Untuk Menembus Pasar Global
Pemkot Semarang melalui Dinas Koperasi dan UMKM rutin mengadakan pelatihan bagi para pengrajin. Kegiatan ini mencakup desain produk, pengemasan, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan yang profesional.
Selain itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara pengrajin, desainer, dan ahli pemasaran agar produk lokal memiliki nilai tambah lebih tinggi. Salah satu pengrajin, Ibu Rina, menyatakan pelatihan ini membantu meningkatkan kualitas kerajinan rotan dan batik yang selama ini hanya dijual secara lokal.
Pendampingan ini juga mencakup pengurusan sertifikasi dan hak kekayaan intelektual agar produk lokal lebih mudah menembus pasar ekspor. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pengrajin sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di kota Semarang.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Bantu UMKM, Sembako Kini Lebih Murah Dan Mudah
Pameran dan Promosi Produk Lokal
Pemkot Semarang aktif memfasilitasi pameran kerajinan lokal di tingkat nasional maupun internasional. Produk seperti batik, anyaman bambu, dan kerajinan rotan diperkenalkan ke pembeli global, sekaligus membangun jejaring dengan eksportir dan marketplace internasional.
“Kami melihat pameran menjadi salah satu sarana efektif agar pengrajin lokal bisa langsung mendapatkan feedback dari pasar global dan menyesuaikan desain sesuai tren dunia,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Siti Marlina.
Selain pameran fisik, pemerintah juga memanfaatkan platform digital seperti e-commerce, media sosial, dan marketplace internasional. Langkah ini diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas dan membuat kerajinan Semarang lebih dikenal dunia.
Menuju Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Pemkot menargetkan peningkatan jumlah pelaku UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor dalam lima tahun ke depan. Ahmad Purnomo menekankan bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus berbasis keberlanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.
“Kerajinan lokal bukan hanya soal bisnis, tapi juga warisan budaya. Dengan dukungan pemerintah, kami berharap ekonomi inklusif dapat terwujud, masyarakat sejahtera, dan budaya tetap lestari,” ujarnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari komunitas kreatif, akademisi, dan lembaga non-profit yang memberikan pelatihan tambahan serta akses modal mikro. Dengan kolaborasi ini, Pemkot Semarang berharap kerajinan lokal dapat bersaing di kancah global dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com