Baru-baru ini, masyarakat Semarang dihebohkan dengan beredarnya nomor WhatsApp (WA) palsu yang mengatasnamakan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Pemkot Semarang menegaskan nomor tersebut bukan milik wali kota dan meminta warga agar lebih waspada. Melalui artikel ini, Info Kejadian Semarang akan membahas detail peringatan tersebut, dampaknya, serta cara melindungi diri dari penipuan semacam ini.
Fenomena Nomor WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Pejabat
Aplikasi WhatsApp memang sangat populer untuk komunikasi sehari-hari, termasuk oleh pejabat publik yang menggunakan media ini untuk menyampaikan informasi resmi kepada warga. Namun, tidak jarang ada pihak-pihak yang memanfaatkan nama besar pejabat untuk melakukan tindakan tidak bertanggung jawab, seperti penipuan.
Kasus terbaru di Semarang adalah munculnya nomor WhatsApp yang mengatasnamakan Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, lengkap dengan foto profil yang menyerupai wali kota asli. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan di kalangan masyarakat.
Berbagai modus penipuan bisa terjadi, mulai dari permintaan uang, data pribadi, hingga ajakan mengikuti program atau bantuan palsu. Oleh karena itu, Pemkot Semarang mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan nomor yang belum terverifikasi dan selalu melakukan pengecekan sebelum merespon pesan yang diterima.
Klarifikasi Resmi Dari Pemerintah Kota Semarang
Pemerintah Kota Semarang dengan tegas memberikan klarifikasi bahwa nomor WhatsApp yang beredar dan mengatasnamakan Wali Kota Semarang bukanlah milik Agustina Wilujeng Pramestuti.
Komunikasi resmi dari wali kota maupun Pemkot hanya dilakukan melalui kanal-kanal resmi yang telah ditetapkan, seperti situs web resmi pemerintah kota, akun media sosial terverifikasi, dan nomor kontak yang sudah dipublikasikan secara resmi.
Wali Kota Agustina sendiri mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya kepada nomor atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya. Pesan-pesan yang meminta sesuatu yang tidak biasa, terutama permintaan uang atau data pribadi, harus diwaspadai dan sebaiknya dilaporkan ke pihak berwajib.
Pesan klarifikasi ini disampaikan secara langsung oleh wali kota pada Kamis, 26 Juni 2025, dengan harapan agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban penipuan yang merugikan.
Baca Juga:
Dampak Penipuan Mengatasnamakan Pejabat

Penipuan yang menggunakan identitas pejabat publik bukanlah hal baru, namun dampaknya tetap sangat merugikan masyarakat. Selain kerugian materi, tindakan semacam ini juga dapat menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pejabat dan instansi pemerintah.
Korban penipuan biasanya mengalami kerugian finansial, serta kebocoran data pribadi yang berpotensi disalahgunakan oleh pelaku. Jika dibiarkan, praktik ini dapat mengganggu stabilitas sosial dan memperburuk citra pejabat yang namanya digunakan untuk kepentingan buruk.
Selain itu, maraknya penipuan semacam ini juga menyulitkan komunikasi resmi antara pemerintah dan masyarakat. Karena masyarakat menjadi ragu terhadap informasi yang diterima. Oleh karena itu, edukasi dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman ini.
Cara Masyarakat Melindungi Diri Dari Penipuan WA
Agar tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan pejabat seperti Wali Kota Semarang. Masyarakat perlu memahami beberapa langkah penting dalam menjaga keamanan komunikasi digital mereka:
- Verifikasi Nomor dan Identitas: Selalu pastikan nomor WhatsApp yang menghubungi Anda adalah nomor resmi yang sudah terverifikasi melalui situs atau media resmi pemerintah. Jangan langsung percaya hanya karena nomor tersebut menggunakan foto profil pejabat.
- Waspada Terhadap Permintaan Mencurigakan: Pejabat resmi tidak akan meminta uang, data pribadi, atau informasi sensitif melalui pesan WhatsApp secara tiba-tiba. Jika menerima permintaan seperti ini, segera hentikan komunikasi dan laporkan.
- Jangan Bagikan Informasi Pribadi: Hindari membagikan data pribadi, seperti nomor KTP, nomor rekening bank. Atau informasi sensitif lainnya kepada pihak yang tidak dikenal atau tidak dapat dipastikan keasliannya.
- Laporkan Aktivitas Mencurigakan: Jika menerima pesan yang mencurigakan atau mengalami penipuan, segera laporkan ke pihak berwajib atau kanal pengaduan resmi pemerintah. Hal ini penting agar tindakan pencegahan dan penindakan dapat segera dilakukan.
- Gunakan Kanal Resmi Pemerintah: Untuk mendapatkan informasi terbaru dan valid dari Pemerintah Kota Semarang. Gunakanlah situs resmi Pemkot Semarang, akun media sosial resmi, atau layanan komunikasi resmi yang sudah diumumkan.
Kesimpulan
Kasus nomor WhatsApp (WA) palsu yang mengatasnamakan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjadi peringatan penting bagi masyarakat. Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap modus penipuan di era digital. Pemerintah Kota Semarang mengklarifikasi bahwa nomor tersebut bukan milik wali kota. Komunikasi resmi hanya dilakukan melalui kanal resmi pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pesan yang diterima. Verifikasi terlebih dahulu sebelum merespon sangat penting. Melindungi diri dari penipuan WhatsApp membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian. Jangan membagikan data pribadi secara sembarangan. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.
Simak dan ikuti terus Info Kejadian Semarang agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya yang akan terupdate setiap hari.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bahterajateng.com
- Gambar Kedua dari jateng.idntimes.com