Warga pesisir Semarang terkejut saat suhu turun drastis mencapai 22 derajat, membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak biasa.
Warga Kota Semarang yang biasanya akrab dengan hawa panas pesisir, kini merasakan fenomena tak biasa. Suhu udara belakangan ini mencapai 22 derajat Celsius, membuat jaket yang sebelumnya jarang terpakai kini menjadi teman setia. Padahal, kita sedang berada di bulan Januari, yang umumnya menjadi puncak musim penghujan.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Fenomena Suhu Dingin di Semarang
Kota Semarang, yang dikenal dengan julukan kota “Lumpia”, tiba-tiba terasa seperti berada di dataran tinggi. Perubahan suhu yang drastis ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Hal ini karena wilayah pesisir seperti Semarang jarang sekali mengalami suhu yang begitu rendah, terutama di tengah musim hujan.
Keadaan ini menyebabkan banyak warga mencari kehangatan, baik dengan mengenakan pakaian tebal maupun menghangatkan diri di dalam ruangan. Aktivitas di pagi dan malam hari, seperti berkendara, kini menjadi lebih menantang. Suhu dingin ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat Semarang.
Data terkini menunjukkan bahwa suhu dingin ini hampir menyentuh rekor terendah yang pernah tercatat di Semarang. Fenomena ini menarik perhatian BMKG dan para ahli meteorologi untuk melakukan analisis lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca ekstrem ini.
Penyebab Suhu Dingin Yang Tidak Biasa
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu dingin di Semarang pada awal tahun 2026 ini disebabkan oleh beberapa faktor atmosferik yang saling berkaitan. Salah satu faktor utamanya adalah menguatnya Monsun Asia yang membawa massa udara dingin. Angin muson ini melewati wilayah Indonesia dengan intensitas yang lebih kuat dari biasanya.
Selain itu, adanya Seruakan Dingin (Cold Surge) juga turut berkontribusi. Aliran massa udara dingin dari wilayah Utara (Asia) masuk ke wilayah Indonesia, menyebabkan penurunan suhu udara yang signifikan. Efeknya bahkan terasa hingga siang hari, yang biasanya identik dengan suhu yang lebih hangat.
Faktor ketiga adalah tutupan awan yang tebal selama puncak musim hujan. Sinar matahari terhalang oleh awan tebal sepanjang hari, sehingga permukaan bumi tidak dapat menyerap panas secara maksimal. Kondisi ini membuat suhu tetap rendah dari pagi hingga sore hari, memberikan efek dingin yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkot Semarang Larang PKL Undip Bayar Pungutan Liar Oknum Ormas
Wilayah Terdingin di Semarang
Berdasarkan pantauan real-time dari aplikasi resmi BMKG (Info BMKG) dan AccuWeather per tanggal 28 Januari 2026, suhu udara di beberapa wilayah Semarang menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Secara umum, Kota Semarang mencatat suhu 23°C – 24°C menurut Info BMKG.
Namun, di Semarang Bagian Atas, khususnya di daerah Mijen atau Gunungpati, suhu tercatat mencapai 22°C. Angka ini merupakan yang terendah di antara wilayah Semarang lainnya. Ini menunjukkan bahwa elevasi tempat juga berperan dalam perbedaan suhu yang dirasakan.
Sensasi suhu yang dirasakan (RealFeel) bahkan mencapai 21°C menurut AccuWeather. Ini berarti tubuh manusia merasakan suhu yang lebih dingin dari angka termometer. Fenomena ini menyoroti bagaimana kondisi geografis dan atmosferik dapat berinteraksi menciptakan pengalaman cuaca yang unik.
Dampak Dan Rekomendasi Untuk Warga
Suhu dingin yang tidak biasa ini tentu membawa dampak bagi aktivitas sehari-hari warga Semarang. Kesehatan menjadi perhatian utama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Masyarakat diimbau untuk mengenakan pakaian hangat, terutama saat beraktivitas di pagi dan malam hari. Konsumsi makanan dan minuman hangat juga dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Hindari aktivitas di luar ruangan terlalu lama jika tidak mendesak.
BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Tetap ikuti informasi dari sumber yang terpercaya. Kesiapsiagaan dan adaptasi terhadap perubahan cuaca menjadi kunci untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan di tengah fenomena ini.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jateng.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari radarsemarang.jawapos.com