Aksi pelemparan batu oleh seorang ODGJ di Semarang membuat warga panik dan mendorong Satpol PP segera memburu pelaku.
Sebuah insiden yang melibatkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Semarang menarik perhatian publik dan viral di media sosial. ODGJ tersebut dilaporkan melempar batu hingga merusak sejumlah kendaraan warga. Kejadian ini memicu keresahan masyarakat, sehingga Satpol PP Kota Semarang kini memburu pelaku untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Keresahan Warga Akibat Aksi Pelemparan Batu
Kejadian pelemparan batu oleh pria yang diduga ODGJ pertama kali diunggah akun Instagram @kejadiansmg pada Jumat, 13 Maret 2026. Unggahan itu menyebut pelaku beraksi di dua lokasi, yakni Jembatan Citarum, Semarang Timur, dan Madukoro, Semarang Barat, serta memperingatkan masyarakat agar berhati-hati.
Berdasarkan laporan dan unggahan di media sosial, pria ODGJ tersebut terlihat mengenakan pakaian hitam yang lusuh. Ia juga memiliki rambut panjang dan tidak terurus, sehingga memberi kesan penampilan yang kurang terawat. Beberapa foto yang diunggah menunjukkan dampak dari aksi pelemparan batu ini, di mana kaca depan sejumlah mobil terlihat pecah.
Selain kaca depan yang pecah, dilaporkan juga bahwa spion dari salah satu unit mobil telah kehilangan cerminnya, menunjukkan tingkat kerusakan yang cukup signifikan akibat lemparan batu tersebut. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga yang sering melintas di area tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Upaya Satpol PP Dalam Perburuan ODGJ
Sekretaris Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait insiden pelemparan batu ini. Laporan tersebut diterima segera setelah beredar informasi dari media sosial Ibu Wali Kota. Satpol PP kemudian segera menyisir daerah Citarum untuk mencari keberadaan ODGJ tersebut.
Meskipun upaya penyisiran awal di daerah Jembatan Citarum telah dilakukan pada pagi hari, Satpol PP tidak berhasil menemukan ODGJ yang dimaksud. Marthen menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari warga sekitar, ODGJ tersebut hanya muncul pada waktu-waktu tertentu, sehingga keberadaannya sulit diprediksi dan ditangkap.
Oleh karena itu, Satpol PP telah menginstruksikan regu sore untuk melanjutkan pencarian dan bersiaga di lokasi. Mereka bertekad untuk menangkap ODGJ tersebut karena aktivitasnya sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan warga yang melintas di area tersebut, terutama di Jembatan Citarum dan Madukoro.
Baca Juga: THR PPPK Jateng Cair Besok, Ribuan Pegawai Siap Dapat Rezeki Lebaran!
Wilayah Penyisiran Dan Kendala Pencarian
Selain Jembatan Citarum, Satpol PP Kota Semarang juga memperluas wilayah pencarian ke daerah Madukoro, namun upaya ini juga belum membuahkan hasil. ODGJ tersebut dilaporkan sering berpindah-pindah lokasi, membuat proses pencarian menjadi lebih sulit dan memerlukan strategi yang lebih cermat.
Marthen menambahkan bahwa warga sekitar telah diimbau untuk segera melapor jika melihat keberadaan ODGJ tersebut, sehingga Satpol PP dapat segera menjemputnya. Kerjasama dari masyarakat sangat diharapkan untuk mempercepat penangkapan dan penanganan ODGJ ini demi keselamatan bersama.
Fakta bahwa ODGJ ini sering berpindah tempat menjadi tantangan utama bagi petugas. Diperlukan kewaspadaan dari masyarakat serta respons cepat dari pihak berwenang untuk dapat mengamankan individu ini sebelum terjadi insiden yang lebih parah atau merugikan.
Penanganan ODGJ Setelah Pengamanan
Jika Satpol PP Kota Semarang berhasil mengamankan ODGJ yang meresahkan ini, maka proses selanjutnya akan melibatkan penyerahan ODGJ tersebut ke Dinas Sosial Kota Semarang. Dinas Sosial telah memiliki tim khusus yang terlatih untuk menangani individu dengan gangguan jiwa.
Marthen menekankan pentingnya penanganan yang tepat bagi ODGJ ini melalui institusi yang berwenang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa ODGJ tersebut mendapatkan perawatan dan pendampingan yang sesuai. Selain itu, langkah ini juga untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat membahayakan warga.
Selain itu, Marthen juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor ke command center 112 jika menemukan ODGJ tersebut. Laporan cepat dari masyarakat akan sangat membantu pihak berwenang dalam melakukan tindakan yang diperlukan dan memastikan keamanan serta ketertiban lingkungan.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com