Pasangan muda di Semarang panik saat digerebek polisi, langsung membuang sabu dan ekstasi ke kloset untuk menghindari bukti.
Ditresnarkoba Polda Jateng menggerebek kontrakan pasangan di Banyumanik, Semarang, menemukan sabu 28,29 gram dan 28 ekstasi yang sempat dibuang ke kloset. Penangkapan Jumat dini hari, 3 April 2026, mengungkap RAW (28) residivis dan DAZ (25) terlibat peredaran narkoba. Polisi membongkar septic tank berjam-jam untuk mengamankan barang bukti.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kronologi Penggerebekan Dramatis
Unit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba dipimpin AKP Edi Purwanto serbu kontrakan Jalan Perintis Kemerdekaan No. 45 pukul 03.40 WIB. RAW baru pulang antar sabu 5 gram ke pembeli saat polisi ketuk pintu keras. DAZ panik siram sisa stok kristal sabu dan pil ekstasi ke kloset jongkok, sobek plastik kemasan buru-buru.
RAW akui terima paket 50 gram mingguan dari pemasok MD via Gojek, edar Rp300 ribu per 5 gram sabu murni. Pasangan serumah ini pacaran setahun, RAW janji DAZ fasilitas gratisan sabu demi ikut bisnis haram. Polisi pantau transaksi via informan RT dan warga sejak seminggu, yakin bukti kuat.
Saat digerebek, RAW coba kabur lewat pintu belakang ke gang sempit tapi terkepung tiga polisi bersenjata. DAZ teriak histeris sambil siram narkoba sambil tutup muka pakai kain, polisi blokir seluruh pintu dan jendela. Tim khusus amankan HP dan dompet tersangka di tempat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Barang Bukti Diperoleh Susah Payah
Polisi amankan sabu 28,29 gram kristal bening dan 28 butir ekstasi warna-warni 10,7 gram dari septic tank kontrakan sempit. Bongkar kloset pakai jasa sedot WC profesional selama dua jam penuh, gali lumpur hitam bau hingga temukan paket plastik transparan basah. Tim forensik Polri uji laboratorium konfirmasi kemurnian 90 persen.
Tersangka akui sembunyikan bong kaca, timbangan digital 0,01 gram, dan 50 plastik kemasan klip di lemari dapur atas. RAW edar ke anak kos UI Tembalang dan pekerja malam discothique Banyumanik. DAZ repacking pil ekstasi jadi butir kecil 0,3 gram untuk pesta underground kecil-kecilan.
Upaya buang bukti gagal total karena polisi prediksi gerakan panik tersangka berpengalaman. CCTV kontrakan rekam DAZ lari ke kamar mandi pukul 03.42 WIB sambil bawa kantong kresek. Septic tank 2×2 meter dibongkar pakai alat berat mini excavator, bukti utama selamat utuh untuk sidik.
Baca Juga: Akhirnya Tertangkap! Jambret Pembacok Wanita di Semarang Timur Dibekuk Polisi
Peran Tersangka dan Motif Kejahatan
RAW sebagai kurir utama dan pengedar sabu sejak 2024 setelah bebas hukuman 5 tahun sebelumnya. Bayaran kontan Rp1,5 juta minggu plus bonus gratisan sabu 2 gram jadi magnet kuat. DAZ bantu simpan stok, bungkus ulang pil, dan buang bukti darurat saat razia dadakan.
Modus operandi via WhatsApp order, transaksi COD di warung kopi Indomaret malam hari pukul 01.00. RAW target mahasiswa semester akhir dan ojek online stres shift malam. DAZ klaim baru ikut tiga bulan demi bayar kontrakan, tapi polisi temukan chat order rutin sejak Januari 2026.
RAW akui relapse setelah bebas rawat narkoba, pengangguran pabrik tekstil jadi pemicu utama. DAZ cerita ikut pacar demi cinta buta meski sadar risiko UU Narkotika Pasal 114. Polisi dalami financial trail rekening BCA mereka Rp45 juta untuk buru bandar MD atas.
Penyelidikan Lanjutan Polres Semarang
Dirresnarkoba Kombes Yos Guntur Yudi buru pemasok MD berinisial Malaysia yang kirim paket via Gojek setiap Rabu. Tim gabungan selami HP tersangka, ekstrak 200 kontak pembeli aktif dan 50 grup Telegram. Operasi lanjutan razia lima kosan terkait di Tembalang Jumat malam tangkap 3 anak buah.
Tersangka ditahan 20 hari di Rutan Polres Semarang Kota, ancaman Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 UU No 35/2009 hingga 20 tahun penjara plus denda Rp10 miliar. Sidik forensik psikolog uji tingkat adiksi untuk rehabilitasi wajib pasca-hukuman. Pencegahan kampanye anti-narkoba ke 50 kampus Banyumanik mulai Senin.
Kasus ini jadi pelajaran penggerebekan kosan rawan narkoba anak muda urban. Polisi tambah patroli malam Subdit 2 dengan motor dinas, koordinasi dengan 10 warga RT setempat. Target zerok narkoba di kontrakan Semarang akhir 2026 via posko pengaduan 24 jam.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari beritaborneo.com