Kasus ancaman di sebuah minimarket di Semarang akhirnya terungkap, pelaku diketahui merupakan ODGJ sehingga memicu perhatian publik luas.
Seorang pria berinisial SR (50) menggegerkan warga dengan ancaman meledakkan minimarket di Gedawang, Banyumanik, Semarang, hanya karena penolakan pembayaran menggunakan KTP. Insiden pada Kamis (16/4/2026) malam itu berujung penemuan bahwa pelaku adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Polisi memastikan tak ada proses hukum lebih lanjut.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Semarang.
Kronologi Kejadian Yang Menggemparkan
Insiden bermula sekitar pukul 20.30 WIB saat SR memasuki minimarket. Ia keluar masuk kamar mandi, berkeliling toko, dan mencari pistol mainan serta senter. Kemudian, ia duduk dekat kasir sambil mengaku kenal Paspampres hingga Wali Kota Semarang. Perilaku aneh ini langsung menarik perhatian karyawan yang sedang bertugas.
Karyawan bernama April (24) mencoba bertanya. SR marah karena barang belanjaannya tak langsung diproses. Ia hanya tinggalkan KTP tanpa uang. “Dia sempat maki-maki karena barangnya enggak langsung dikasih,” ujar April saat dikonfirmasi Jumat (17/4). Situasi mulai tegang saat pelaku tak mau mengerti penjelasan sederhana soal pembayaran.
Kemarahan memuncak dengan ancaman bom. “Terus ada ancaman katanya mau ngebom toko sini, mau ngeledakkin toko sini,” tambah April. Video kejadian viral di grup WhatsApp, memicu kekhawatiran warga setempat. Rekaman itu cepat menyebar dan bikin ramai perbincangan di media sosial.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Perilaku Pelaku Yang Tak Terduga
Polisi mengonfirmasi SR menderita gangguan jiwa. Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky, menyebut pelaku sering bolak-balik bikin resah. “Dia juga mengakunya Paspampres, memang punya gangguan jiwa,” katanya saat dihubungi Jumat (17/4/2026). Kondisi ini sudah diketahui warga sekitar dari kejadian sebelumnya.
Riwayat SR mencakup peminta uang Rp100 ribu di berbagai daerah. Ia tinggal di Candisari, Semarang, dan tak bawa senjata. Babinsa mengantarnya pulang setelah insiden. “Bolak-balik seperti itu, tidak mengancam,” jelas Hengky. Keluarga pelaku seharusnya lebih awasi agar tak keluar sendirian malam-malam.
Selain ancaman, SR kerap makan di warung tanpa bayar, bahkan hingga Kendal. “Pernah juga sampai Kendal, makan tidak bayar. Tapi belum sampai mengancam, memang gangguan jiwa,” ungkap Hengky. Kondisi ini jelas jadi akar masalah. Riwayat panjang ini tunjukkan betapa pelaku butuh penanganan medis serius.
Baca Juga: SIKAT HABIS! Jutaan Rokok Ilegal Dan Ribuan Miras Dimusnahkan di Semarang!
Dampak Terhadap Warga dan Toko
Kejadian ciptakan kepanikan di minimarket yang ramai. Karyawan seperti April was-was saat SR mengamuk dekat kasir. Ancaman bom picu evakuasi sementara dan penutupan toko lebih awal. Pengunjung lain buru-buru tinggalkan tempat demi keselamatan.
Warga Gedawang resah karena riwayat SR. Video viral perkuat ketakutan, terutama di grup WhatsApp. “Bukan perampasan, tapi baru rencana pemerasan,” kata Hengky awalnya, hingga terungkap status ODGJ. Kejadian ini bikin warga minta patroli lebih sering di area toko.
Dampak psikologis terasa pada karyawan. Mereka trauma hadapi pengunjung tak terkendali. Toko alami kerugian waktu operasional, sementara masyarakat minta pengawasan ketat pada ODGJ di lingkungan ramai. Insiden serupa bisa berulang jika tak ada langkah preventif.
Penanganan Polisi dan Langkah Selanjutnya
Polisi amankan SR tanpa proses hukum. “Kalau mau diproses kan ODGJ juga tidak bisa,” tegas Hengky. Babinsa antar pelaku pulang ke keluarga di Candisari. Penanganan cepat ini hindari eskalasi yang lebih buruk.
Pihak berwenang dalami kasus tanpa tindakan pidana. Fokus kini pengawasan keluarga agar SR tak ulangi. “Dibawa Babinsa, diantar ke rumahnya di daerah Candisari,” lanjut Hengky. Koordinasi dengan puskesmas setempat disarankan untuk perawatan lanjutan.
Masyarakat diminta waspada tapi empati pada ODGJ. Koordinasi polisi, Babinsa, dan warga tingkatkan pencegahan. Kasus tutup dengan penyerahan ke keluarga, cegah eskalasi serupa di masa depan. Semua pihak kini lebih siaga hadapi situasi tak terduga.
Simak berita update lainnya tentang Semarang dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Semarang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com