Kasus remaja 16 tahun di Semarang diduga dianiaya pria yang mengaku intel kini diselidiki polisi dengan pemeriksaan saksi dan bukti.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Semarang Barat dan kini masuk tahap penyelidikan Polrestabes Semarang. Polisi mulai mengumpulkan keterangan dari korban, pelapor, serta para saksi untuk mengungkap kronologi sebenarnya. Simak ulasan lengkap nya dari Info Kejadian Semarang.
Polisi Mulai Selidiki Dugaan Penganiayaan Remaja di Semarang
Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, menjelaskan pihaknya telah memanggil beberapa pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.
Pada Jumat (10/7) malam, polisi meminta keterangan dari pelapor, korban, dan dua orang saksi. Langkah tersebut menjadi bagian awal penyelidikan untuk mengetahui detail kejadian yang dialami korban.
Polisi juga berencana memanggil saksi tambahan. Sebanyak delapan saksi akan dimintai keterangan guna membantu penyidik mendapatkan gambaran lengkap mengenai insiden tersebut.
Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi. Polisi turut menunggu hasil Visum et Repertum (VeR) untuk melihat kondisi luka yang dialami korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Remaja Diduga Diserang Saat Mengantar Temannya Pulang
Sebelumnya, kuasa hukum korban, Joko Susanto, menjelaskan kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 01.00 WIB.
Saat itu, korban yang merupakan pelajar SMA di Semarang sedang bersama temannya di kawasan Taman Indonesia Kaya. Setelah itu, korban mengantar temannya pulang melalui kawasan Pamularsih, Kecamatan Semarang Barat.
Ketika berada di perjalanan, korban diduga dihampiri tiga pria yang menggunakan satu sepeda motor. Ketiga orang tersebut kemudian menanyakan aktivitas korban dan menuduhnya terlibat aksi balap liar.
Menurut keterangan kuasa hukum, korban sudah menjelaskan bahwa dirinya baru saja dari Taman Indonesia Kaya. Namun, situasi kemudian berubah menjadi dugaan tindak kekerasan.
Baca Juga: Hangus Tak Bersisa! Gudang Bar di Kota Lama Semarang Dilalap Api, Rugi Rp2 Miliar
Korban Disebut Mengalami Kekerasan hingga Dibawa ke Polsek
Joko Susanto menyebut para pria tersebut sempat memiting dan memukul korban. Ia juga mengatakan korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh setelah kejadian itu.
Dalam keterangannya, korban diduga mengalami luka pada kaki akibat terkena knalpot. Selain itu, korban juga mengalami memar pada bagian bibir, pundak, dan pelipis.
Kuasa hukum korban juga menjelaskan bahwa beberapa orang lain datang menggunakan dua sepeda motor tambahan. Mereka diduga hanya berada di lokasi dan tidak ikut melakukan pemukulan.
Setelah kejadian tersebut, korban kemudian dibawa ke Polsek Semarang Barat. Di lokasi itu, korban menjalani proses pemeriksaan hingga sekitar pukul 03.00 WIB.
Sosok yang Mengaku Intel Kini Jadi Sorotan
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah pengakuan salah satu terduga pelaku yang menyebut dirinya sebagai intel.
Menurut Joko Susanto, pihak keluarga kemudian mencari informasi terkait sosok tersebut. Dari penelusuran awal, orang yang mengaku intel itu diduga hanya seorang relawan.
Polisi kini masih mendalami informasi tersebut. Penyidik akan memeriksa seluruh keterangan dan bukti yang tersedia sebelum mengambil kesimpulan.
Selain itu, pihak keluarga juga mempertanyakan penahanan sepeda motor korban yang hingga kini belum kembali. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan.
Delapan Saksi Akan Diperiksa untuk Ungkap Kronologi
Polrestabes Semarang terus melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi ingin memastikan seluruh rangkaian kejadian berdasarkan bukti dan keterangan yang akurat.
Keluarga korban sebelumnya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Barat. Setelah itu, mereka diarahkan untuk melakukan pemeriksaan medis melalui visum.
Laporan kemudian berlanjut ke Satres PPA dan PPO Polrestabes Semarang. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan informasi terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi pemeriksaan agar tidak muncul informasi yang belum terbukti kebenarannya.