Jalan Prof. Dr. Hamka di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, kini menjadi sorotan utama akibat kondisi lubang jalan yang parah.
Permukaan jalan yang dipenuhi lubang-lubang menganga telah menimbulkan keresahan dan kekhawatiran serius di kalangan warga serta pengguna jalan. Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini semakin memperparah kondisi, mengubah ruas jalan vital ini menjadi lintasan yang berbahaya.
Berikut ini, Info Kejadian Semarang akan menuntut perhatian serius dari pemerintah kota demi keselamatan bersama.
Lubang Di Jalan Prof. Dr. Hamka, Ancaman Serius Bagi Pengguna Jalan
Kondisi Jalan Prof. Dr. Hamka di Ngaliyan, Semarang, saat ini sangat memprihatinkan. Lubang-lubang bertebaran di sepanjang dua arah jalan, beberapa di antaranya memiliki kedalaman mencolok, mencapai sekitar 3-5 sentimeter. Kondisi ini membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan kendaraan kecil lainnya yang melintas setiap hari.
Menurut pantauan detikJateng, meski lubang-lubang tersebut telah ditandai dengan kapur putih sebagai peringatan, bahaya tetap mengintai. Kehadiran kendaraan besar seperti truk yang sering melintas menambah risiko kecelakaan. Warga mengeluhkan bahwa kerusakan ini sudah berlangsung lama dan semakin parah.
Radit (23), seorang mahasiswa UIN Walisongo yang kerap melewati jalan ini, mengungkapkan bahwa lubang sudah ada sejak musim hujan dan terus bertambah parah. Ia menduga bukan hanya intensitas hujan, tetapi juga kualitas material aspal yang kurang baik menjadi penyebab utama kerusakan jalan tersebut.
Perbaikan Parsial Yang Dirasa Kurang Optimal
Radit menambahkan, perbaikan jalan sebelumnya terasa “nanggung” karena hanya dilakukan secara parsial. Area perbaikan hanya mencakup sekitar 700 meter, dari SPBU Ngaliyan hingga Bank BRI Ngaliyan. Padahal, lubang-lubang tersebar di banyak titik lain yang juga krusial.
“Padahal lubangnya tersebar di beberapa titik, termasuk dari depan Kampus 3 UIN Walisongo sampai depan kelurahan itu,” ujar Radit. Perbaikan yang tidak menyeluruh ini menimbulkan rasa frustrasi di kalangan warga yang melihat masalah ini terus berulang.
Haryanto (46), warga Ngaliyan lainnya, juga menyuarakan keluhan serupa. Ia merasa terganggu dan khawatir, terutama saat melintas di malam hari. Kondisi penerangan jalan yang tidak selalu optimal menjadikan lubang-lubang ini semakin berbahaya di kegelapan.
Baca Juga: Puluhan Remaja Semarang Utara Digagalkan Saat Hendak Balap Liar
Kekhawatiran Warga Dan Prioritas Penanganan DPU Kota Semarang
Haryanto menyoroti bahaya berkendara di malam hari dengan kondisi jalan berlubang. “Kalau malam bahaya, apalagi nggak semua lampu motor terang atau nyala ya. Kalau tiba-tiba masuk lubang kan bisa bikin motor rusak atau bisa juga jatuh,” katanya. Ia berharap kualitas aspal bisa ditingkatkan, mengingat banyaknya truk besar yang melintasi jalan ini.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa perbaikan jalan rusak, termasuk Jalan Prof. Dr. Hamka, sudah menjadi prioritas. Selain itu, beberapa ruas lain seperti Jalan Soekarno-Hatta juga menjadi fokus penanganan karena lubang-lubang kecil namun tersebar banyak.
Perbaikan telah dimulai sejak Jumat (23/1) dan akan dilanjutkan secara bertahap dengan metode penyisiran. Suwarto menegaskan komitmen DPU untuk menangani seluruh area yang terdampak, termasuk wilayah pinggiran, demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Tantangan Dan Harapan Perbaikan Jalan Di Musim Hujan
Suwarto juga menjelaskan bahwa jalan berlubang memang sering disebabkan oleh hujan, karena aspal sangat rentan terhadap air. “Karena aspal itu lawannya air. Kalau aspal kena hujan langsung pasti kinerja aspalnya berkurang,” terangnya, menyoroti tantangan perawatan jalan di musim penghujan.
Ia menambahkan, perbaikan juga dilakukan di titik lain seperti Jalan Pandanaran dan Jalan Soekarno-Hatta, semuanya sesuai standar teknis. DPU berjanji bahwa perbaikan akan dilakukan secara maksimal untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keamanan pengguna jalan.
Suwarto memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, menjelaskan bahwa proses pengadaan material di awal tahun anggaran memerlukan waktu karena proses e-katalog dan aturan mini kompetisi. Namun, ia memastikan material sudah didapatkan dan percepatan perbaikan akan dilakukan minggu depan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara.
Selalu pantau berita terbaru seputar Info Kejadian Semarang dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com